Breaking News:

Bangkitkan Kreativitas di Tengah Pandemi, Sasude Target Bangun PAUD untuk Anak Sungai Deli

Lukman Siagian mengungkapkan bahwa rancangan program perdana ini dibentuk untuk membangkitkan kembali semangat pendidikan anak-anak sejak dini.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
INISIATOR Sasude saat memimpin rapat Progja bersama relawan di pinggir Sungai Deli, Sabtu (6/2/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) melaksanakan Rencana Program Kerja Sanggar Anak Sungai Deli 2021 di bantaran sungai Deli, Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (6/2/2021).

Dalam rapat yang dipimpin inisiator Sasude, Lukman Siagian mengungkapkan bahwa rancangan program perdana ini dibentuk untuk membangkitkan kembali semangat pendidikan anak-anak sejak dini.

"Secara pendidikan, di lingkungan 12 ini pendidikannya masih minim. Mungkin hanya ada lima anak yang kuliah, padahal penduduknya ada 300 KK. Ini sebagai rumah pembelajaran dan membangun relasi anak-anak agar mereka tidak terkurung disini. Kita harap wawasan mereka lebih luas," ungkap Lukman.

Lukman menuturkan, pembentukan pengurus dan program belajar untuk memfasilitasi anak-anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

"Pendidikan paling penting ini perhatian. Mungkin mereka tidak ada yang perhatikan. Bayangin saja kelas 5 SD belum bisa baca. Itu yang realistis. Ketika relawan itu datang mereka juga rajin datang belajar, berarti kan disini belum ada fasilitas yang mewadahi itu. Sangat sayang sekali jika ada pembiaran karena ini tanggung jawab moral untuk mencerdaskan anak bangsa," ujarnya.

Dalam rancangan program di Sasude, Lukman menuturkan bahwa program dijadwalkan mulai Senin-Minggu mulai pukul 10 pagi sampai 8 malam.

Dalam program yang akan diisi oleh para relawan, akan ada beragam program seperti pelajaran bahasa Inggris, matematika, kreativitas, sosial, dan lainnya.

"Guru dan fasilitas ini yang sekarang kita cari. Kalau secara pengurus sebenarnya sudah cukup, tapi kalau secara fasilitas ini belum bisa mencukupi karena kegiatan dilakukan setiap hari. Kita melihat ini pinggiran sungai, butuh banyak perbaikan fasilitas yang nantinya tidak bermasalah ketika itu banjir seperti mengonsep rumah panggung," tutur Lukman.

Lukman menceritakan, anak-anak yang tertarik untuk belajar berkisar usia 3-12 tahun. Untuk itu, Lukman juga bertekad kedepannya untuk membuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Jika anggaran terpenuhi, Sasude berniat untuk membuka PAUD tapi kalau tidak kita buat seperti les untuk belajar membaca. Kemudian kreativitas minat dan bakat. Kedepan kami akan membuat pelajaran fotografi, seni menari, cinta lingkungan. Kita berikan hal-hal yang berdekatan dengan mereka," pungkas Lukman.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved