Breaking News:

BEI Sediakan Sarana Pelaporan Bagi Temuan Kecurangan di Pasar Modal Indonesia

Baik pasar modal maupun pasar fisik, pasti ada saja praktik-praktik buruk yang dilakukan para oknum baik pedagang maupun pembeli. 

TRIBUN MEDAN/HO
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan sarana pelaporan (Whistleblowing System) yang bernama Letter to IDX. BEI mengajak para stakeholders, baik investor, Perusahaan Efek, dan pihak lain, menjadi whistleblower untuk mengungkap praktik serta tindakan yang bertentangan dengan Tata Kelola Perusahaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan sarana pelaporan (Whistleblowing System) yang bernama Letter to IDX.

BEI mengajak para stakeholders, baik investor, perusahaan efek, dan pihak lain, menjadi whistleblower untuk mengungkap praktik serta tindakan yang bertentangan dengan Tata Kelola Perusahaan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut Pintor Nasution mengatakan di setiap pasar, apapun bentuknya, baik pasar modal maupun pasar fisik, pasti ada saja praktik-praktik buruk yang dilakukan para oknum baik pedagang maupun pembeli. 

"Atau bisa juga pihak lain yang menjadi perantara para pedagang dan pembeli tersebut. Karena peluang wanprestasi selalu ada maka BEI sebagai fasilitator dan regulator Pasar Modal Indonesia menyediakan Letter to IDX," katanya, Minggu (7/2/2021). 

Dikatakannya, upaya ini sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik di lingkungan BEI untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas perusahaan, tanggung jawab, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan kepada para stakeholders. 

"Namun, tentu saja diperlukan partisipasi aktif dari para stakeholders untuk memanfaatkan sistem Letter to IDX ini. Letter to IDX merupakan sarana pelaporan informasi bagi publik terkait indikasi praktik serta tindakan yang bertentangan dengan Tata Kelola Perusahaan di lingkungan BEI, baik dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal," katanya. 

Pintor mengatakan saat ini, terdapat tujuh kanal pelaporan Letter to IDX yang terdiri dari website (wbs.idx.co.id), e-mail (idx@tipoffs.info), fax (021-50928649), telepon (021-50928648), SMS dan WhatsApp (0812 9136 5306), serta Surat Pos (PO BOX PO 2648 JKP 10026). 

"BEI akan menindaklanjuti laporan seputar pelanggaran oleh internal BEI, kecurangan Anggota Bursa (transaksi sekuritas), kecurangan perusahaan tercatat (aktivitas listing), dan indikasi transaksi tidak wajar," katanya. 

Letter to IDX dikelola oleh pihak ketiga yang independen, sehingga identitas pelapor dapat dirahasiakan. Keberadaan Letter to IDX dapat melakukan pencegahan dan deteksi dini atas potensi praktik serta tindakan yang bertentangan dengan Tata Kelola di lingkungan BEI

"Ada enam hal yang perlu disampaikan oleh para stakeholders yang menemukan praktek tata kelola yang tidak wajar. Pertama, sampaikan penjelasan atau kronologis atas peristiwa atau kejadian yang dilaporkan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved