News Video
KAPOLRES Angkat Bicara setelah Anggotanya Nyaris Diamuk Massa karena Dituduh Mencuri Dompet Pedagang
Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat menegaskan jika Briptu N terbukti bersalah makan akan diproses hukum
TRIBUN-MEDAN.com - Oknum polisi berinisal Briptu N dituduh mencuri dompet pedagang di Teluk Dalam, Nias Selatan.
Briptu N bahkan nyaris diamuk massa.
Aksi ini viral di YouTube, akibatnya kini Briptu N harus berurusan dengan Propam Polres Nias Selatan untuk dimintai keterangan.
Dihubungi Tribun Medan, Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat menegaskan jika Briptu N terbukti bersalah makan akan diproses hukum.
Hasil pemeriksaan sementara, AKBP Arke Furman Ambat menyebutkan bahwa anggotanya berpangkat Briptu N tersebut bukan mencuri dompet namun hendak mengembalikan.
"Bukan mencuri, jadi dia di tempat yang sama dengan korban itu, jadi karena melihat dompet dibawanya dompet," terang AKBP Arke Furman Ambat kepada tribunmedan.id, Sabtu (6/2/2021).
Ia menjelaskan bahwa dompet tersebut dikembalikan dalam kondisi utuh tidak ada yang hilang.
"Ya karena dompet itu diserahkan kembali dalam kondisi utuh kepada pedagang. Karena barangnya tidak ada yang berkurang, jadi korban panik aja, ternyata ada dompetnya," cetus Ambat.
Terkait video viral tersebut, Ambat menyebutkan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kalau video mau diapai lagi namanya juga sudah viral," bebernya.
Video yang diunggah di akun YouTube atas nama Channel Umum tersebut diunggah pada tanggal 3 Februari 2021.
Video itu ditulis dengan judul "Viral anggota kepolisian Nias Selatan mencuri dompet milik salah satu pedagang pasar" telah ditonton 17 ribu warganet.
Dalam video tersebut, terduga oknum polisi Briptu N yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans pendek bahkan hampir saja dihajar oleh sejumlah orang yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, beberapa ibu berusaha menahan emosi warga setempat.
Terdengar suara keras yang emosional dari korban ibu pedagang yang kaos berwarna kuning tersebut mengatakan bahwa itu pencurinya dan terduga oknum polisi tersebut masih belum diketahui bernama dan berpangkat apa, serta dari satuan mana.
Terlihat terduga oknum polisi meraih tangan ibu pedagang untuk meminta maaf dan menyerahkan dompet berwarna hijau muda ke tangan si ibu pedagang.
Namun, sejumlah ibu pedagang lainnya menghampiri mereka dan berusaha melerai agar tidak ada penganiayaan.
Sang polisi tersebut bahkan sempat meminta maaf kepada seorang pria warga sekitar dengan mencium tangan, dan memberikan kode tidak melakukan aksinya lagi.
Si ibu pedagang yang merasa kecurian dompet terus berteriak dan membesarkan suaranya, sembari terus menanyakan tindakan yang diduga oknum polisi tersebut. Namun, sejumlah warga berusaha kembali melerai mereka berdua.
(vic/tribun-medan.com)