Unjuk Rasa Terkait UKT/SPP, Mahasiswa USU Lelang Topi Caping Seharga Rp 500 Juta
Dimas, perwakilan Mahasiswa USU juga menyatakan dengan melakukan aksi lelang topi caping yang ia kenakan sebesar Rp 500 juta.
TRIBUN-MEDAN.com - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melakukan aksi tunggal terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) di depan Biro Rektor USU, Senin (8/2/2021).
Amatan Tribun-Medan.com, tampak seorang mahasiswa menggunakan almamater dan menggunakan topi caping duduk tepat di depan rektorat melakukan orasi dan membacakan puisi dan menyanyikan lagu Buruh Tani.
Dimas, perwakilan Mahasiswa USU juga menyatakan dengan melakukan aksi lelang topi caping yang ia kenakan sebesar Rp 500 juta.
"Terkait topi yang dilelang, saya berinisiatif ada dua ribu mahasiswa yang berharap terkait kebijakan keringanan UKT dan sampai saat ini tidak ada kebijakan pelaksanaan itu. Dan saya yakin masih banyak orang baik, masih banyak jutawan, Milioner dinegeri ini, yang bisa menyoroti topi yang saya lelang, caping yang saya lelang untuk membantu mahasiswa yang terkendala uang kuliah," ungkap Dimas.
Tak beberapa lama kemudian, tampak Kepala Humas USU Elvi Sumanti keluar untuk menemui Dimas untuk mengarahkan Dimas ke dalam biro untuk memberikan penjelasan.
Namun Dimas menolak dan meminta pihak rektorat untuk memberikan kejelasan di pelataran birokrasi.
"Kami menolak untuk masuk ke dalam ruangan berAC. Sebaiknya disini saja (depan pelataran) agar semua lebih transparan," ujar Dimas kepada Elvi.
Dimas menuturkan bahwa sebelum melakukan aksi ini, ia sudah terlebih dahulu menghubungi pihak rektorat untuk dapat berjumpa dengan Rektor USU.
"Sebelum saya melakukan aksi saya sudah menghubungi staff ahli rektor untuk meminta kejelasan terkait peringanan UKT namun disamping itu saya sangat kecewa, staff ahli rektor dan kepala humas yang saya hubungi tapi harapan kita itu rektor bisa hadir menemui kita disini," kata Dimas.
Belum mendapat kejelasan dari pihak rektorat, Dimas menegaskan akan kembali berencana melakukan aksi dengan membawa massa ke depan biro USU.
"Yang pertama saya ingin menggambarkan bahwa aksi ini kami mengedepankan protokol kesehatan dan ketika saya berjuang sendiri dari pihak kampus tidak menanggapi, dan saya akan coba mengabarkan dari detik ini saya akan mengabarkan kepada mahasiswa dan esok hari jika tidak ada kebijakan kami akan ramai-ramai ke sini," ucapnya.
Sebelumnya, perwakilan USU lainnya juga telah melakukan aksi unjuk rasa terkait bantuan UKT SPP yang hingga saat ini belum diterima oleh para mahasiswa penerima bantuan tersebut.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswa-usu-saat-melakukan-aksi-demonstrasi.jpg)