Breaking News:

24 Jam Terakhir, Gunung Sinabung Terekam Alami Satu Kali Erupsi dan Awan Panas Guguran

Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, juga membenarkan jika dalam beberapa waktu terkahir Sinabung kembali mengalami peningkatan aktivitas.

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
AKTIVITAS Gunung Sinabung yang mengeluarkan hembusan yang cukup besar, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang didapat, dalam 24 jam terakhir ini, Sinabung menunjukkan beberapa kali peningkatan aktivitas vulkanik.

Menurut data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mulai malam tadi hingga pagi Sinabung sudah mengalami satu kali erupsi dan satu kali terjadi aktivis Awan Panas Guguran (APG).

Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, juga membenarkan jika dalam beberapa waktu terkahir Sinabung kembali mengalami peningkatan aktivitas.

"Dalam 24 jam terakhir ini, aktivitas Sinabung kembali meningkat. Terekam terjadinya letusan atau erupsi, dan awan panas guguran," ujar Armen, Selasa (9/2/2021).

Menurut data yang didapat, erupsi dari dalam perut Gunung Sinabung terjadi pada Senin (8/2/2021) malam sekira pukul 22.05 WIB.

Armen menjelaskan, pada erupsi yang terjadi malam tadi pihaknya tidak dapat mengamati seberapa tinggi kolom abu vulkanik.

Pasalnya, selain kondisi yang sudah gelap dan puncak gunung tertutup kabut.

"Untuk erupsi tadi malam, terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm, dengan durasi kurang lebih tiga menit 21 detik. Untuk tinggi kolom abunya tidak dapat teramati secara visual," katanya.

Selanjutnya, dikatakan Armen pihaknya pada malam tadi juga mencatat adanya aktivitas APG dengan jarak luncur maksimum sejauh 2500 meter.

Dirinya mengatakan, APG yang terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 100 mm dan durasi 340 detik ini, mengarah ke arah timur dan tenggara.

"Tadi malam juga terekam adanya APG dengan jarak luncur sejauh 2500 meter, dengan visual lava pijar yang tampak dari puncak gunung," ucapnya.

Dengan semakin tingginya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung belakangan ini, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah.

Dirinya mengatakan, dengan kondisi yang ada saat ini maka potensi untuk terjadinya awan panas guguran masih terus ada. (cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved