Breaking News:

Buntut Viral Video Dugem AKP David Sinaga, Polda Sumut Selidiki Studio 21 Siantar, Termasuk Perekam

Polda Sumut bersama dengan Polres Pematangsiantar melakukan penyelidikan terkait lokasi hiburan malam Studio 21 di Kota Pematangsiantar.

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
ISTIMEWA
Pascaviral video dugem AKP David Sinaga, Polda Sumut selidiki lokasi hiburan malam Studio 21 Siantar. Polisi juga melacak sosok perekam mantan Kasat Narkoba Siantar tersebut. 

"Setelah diselidiki video itu pun dipalsukan, bukan atas nama video akun Kasat Narkoba, di mana video yang berdurasi 1 menit 15 detik tersebut memperlihatkan Kasat Narkoba sedang berada di resepsionis," sebutnya.

Tangkapan layar yang menyebut Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP David Sinaga tengah bergoyang di Klub Malam muncul di YouTube.
Tangkapan layar yang menyebut Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP David Sinaga tengah bergoyang di Klub Malam muncul di YouTube. (HO / Tribun Medan)

Tes Urine Negatif

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin sebelumnya mengatakan, AKP David Sinaga dinyatakan negatif mengonsumsi narkotika, setelah dilakukan pemeriksaan tes urine pasca-viralnya video dirinya berjoget di lokasi hiburan malam.

"Yang bersangkutan sudah diperiksa urinenya, dan hasilnya negatif," kata Kapolda, melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (8/2/2021).

Meski begitu, atas tindakan AKP David Sinaga, Propam Polda sudah diminta untuk melakukan pemeriksaan dan akan segera disidangkan.

Sebab, berdasarkan video yang viral di media massa, AKP David Sinaga terekam sedang asyik menikmati dentuman musik. 

 "Untuk pelanggarannya kita copot jabatannya dan akan kita sidangkan kode etik," kata Kapolda.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Sumut, AKP David Sinaga menyebutkan bahwa malam itu sedang melakukan penyidikan atas kasus dugaan peredaran narkoba.

Lanjut Kapolda, bahwa AKP David Sinaga sempat diminta oleh pemilik tempat hiburan malam, untuk menghentikan kasus yang sedang diselidiki oleh timnya.

Namun, AKP David Sinaga menolak untuk menghentikan kasus peredaran narkoba di tempat itu. 

"Peristiwa itu terjadi pada bulan Oktober 2020. Namun karena ada perkara narkotika yang diminta untuk dihentikan maka video itu diviralkan," kata Martuani.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved