Breaking News:

Padukan Seni dan Energi, Budayawan Tionghoa Medan Nilai Kaligrafi Punya Nilai Harapan dan Doa

Kesenian kaligrafi ini penting untuk melestarikan kesenian tulisan tradisional Tiongkok.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
SENIMAN kaligrafi Medan, Jud Ang saat melakukan demo melukis kaligrafi, Selasa (9/2/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Perayaan Imlek tidak hanya memberikan kesan meriah, namun juga makna mendalam dengan adanya seni kaligrafi yang tak lepas dari budaya masyarakat etnis Tionghoa. 

Budayawan Tionghoa Muda, Jud Ang yang juga seniman kaligrafi ini mengungkapkan, kesenian kaligrafi ini penting untuk melestarikan kesenian tulisan tradisional Tiongkok.

"Seni kaligrafi ini sangat penting karena generasi muda akan bingung dan tidak tahu lagi mengenai seni ini. Mereka nanti hanya tahu yang bentuk print saja. Yang bisa menuliskannya itu nanti sudah tidak ada lagi, nah itu nilai estetik seninya kan pasti tidak ada," ungkap Jud saat ditemui di studionya, Jalan Multatuli, Komplek D 8-9, Medan, Selasa (9/2/2021).

Berkecimpung sejak tahun 2016, Jud memulai dasar kaligrafi dengan guru tradisional yang kemudian dikembangkannya secara otodidak melalui sosial media.

Jud mengakui, memulai seni kaligrafi bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya sekedar teknik, namun dirinya juga harus menguasai psikologi dalam seni kaligrafi.

"Kaligrafi bukan hanya seni tapi dibarengi dengan Chi atau energi. Kesabaran, kerumitan, dan ketelitian kunci penting dalam seni ini. Bahkan pada zaman dahulu untuk mengetahui karakteristik seseorang dapat dilihat melalui kaligrafi seperti pemarah, pendendam itu bisa terlihat," ujarnya.

Belajar selama lima tahun, Jud juga mengubah hobi menjadi berpenghasilan. Kini, Jud sudah menerima orderan dari seluruh Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, ataupun Banjarmasin.

Jelang Imlek tahun ini, Jud juga sudah mulai menerima pesanan kaligrafi. Ia menuturkan bahwa beberapa pesanan diminta untuk menuliskan puisi harapan sebagai bentuk wujud keberuntungan.

"Kaligrafi itu suatu seni menulis yang dibarengi pengharapan. Setiap kata itu adalah puisi. Jadi ada yang minta keberuntungan. Misalnya hoki untuk bisnis, ada juga diletakkan di rumah untuk kesehatan untuk dikasih orang tua. Ini pure seni dengan hal-hal yang positif. Itu biasa yang dipesan terlebih saat jelang Imlek," tuturnya.

Jud menuturkan bahwa untuk belajar dasar kaligrafi ini harus dimulai dengan suasana tenang ataupun dengan kondisi suasana hati yang bagus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved