Breaking News:

Balairung Balige Akan Direvitalisasi, Minggu Depan Para Pedagang Pindah ke Lapangan Sisingamangaraja

Revitalisasi Pasar Balairung Balige segera dimulai, sehingga para pedagang akan dipindahkan untuk sementara waktu ke Lapangan Sisingamangaraja.

Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
Lapak di Lapangan Sisingamangaraja yang disiapkan untuk relokasi sementara pedagang Pasar Balige. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Revitalisasi Pasar Balairung Balige segera dimulai, sehingga para pedagang akan dipindahkan untuk sementara waktu ke Lapangan Sisingamangaraja.

Dengan demikian, pada Selasa (16/2/2021) para pedagang akan mengikuti undian di Pendopo Kantor Bupati guna mendapatkan lapak yang akan ditempati sementara.

"Pada tanggal 16 Februari 2021 pukul 10.00 WIB akan kita mulai pengundian di Pendopo Kantor Bupati Toba. Maka, kita mengundang para pedagang di Balairung Balige yang berjumlah 573 pedagang," ujar Manogihon Tua Gultom, selaku Kepala Bidang Pasar Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Toba pada Rabu (10/2/2021).

Ia juga menuturkan bahwa sekitar tiga hari pascaundian lapak, para pedagang dapat memindahkan barang dagangannya dari Pasar Balairung Balige ke relokasi pasar di Lapangan Sisingamangaraja.

"Dan tanggal 17, 18, dan 19 Februari masing-masing pedagang secara perlahan-lahan pindah ke tempat yang sudah kita bangun itu. Makanya, kita berikan waktu untuk pedagang mengangkat barang-barangnya dari Balairung Balige ke Lapangan Sisingamangaraja," lanjunya.

Pembangunan pasar alternatif yang berada di Lapangan Sisingamangaraja merupakan upaya menampung para pedagang yang berada di Balairung Balige atau Pasar Tradisional Balige sembari direvitalisasi.

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Toba Manogihontua Gultom menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Pemkab untuk membicarakan perihal perampungan relokasi pasar tersebut.

"Kita kemarin sudah berbicara dengan OPD yang berhubungan langsung dengan pembangunan tersebut. Kita sebagai Dinas Permukiman sebagai penyedia atau yang membangun lapak-lapak sementara yang ada di Lapangan Sisingamangaraja," ujarnya.

Ia juga mengatakan adanya kendala dalam pembangunan relokasi pasar Tradisional Balige sehingga jadwal perpindahan para pedagang diundur dari pertengahan Januari menjadi pertengahan bulan Februari 2021.

"Sebetulnya rencana awal kita dengan sosialisi pedagang harusnya pertengahan bulan Januari, seluruh pedagang harus ke Lapangan Sisingamangaraja. Tetapi memang, ada kendala di lapangan termasuk kesiapan Pemkab yang belum 100 persen," sambung Manogihontua Gultom.

Ia menyampaikan bahwa 573 pedagang akan dipindahkan sesegera mungkin pascarampungnya bangunan relokasi pasar tersebut. Di lokasi terlihat, bangunan tersebut berbentuk petak dan disekat-sekat. Hal ini dilakukan agar zonasi pedagang pun terjamin.

"Dimana masing-masing pedagang mendapatkan satu lapak untuk 573 pedagang tersebut. Tetapi setelah hasil pertemuan kita kemarin di ruang staf ahli Bupati bahwa hari Kamis ini seluruh petak-petak yang akan dibangun oleh Pemkab itu akan selesai," lanjut Manogihontua Gultom.

Setelah pembangunan relokasi pasar rampung, pihaknya juga akan segera membuat undian bagi para pedagang pasar untuk mendapatkan lapak.

"Dan juga kita juga sudah sepakat pada tanggal 16 Februari atau hari Selasa yang akan datang kita akan melakukan pengundian lapak pedagang di Pendopo Kantor Bupati," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved