Breaking News:

Vaksinasi Massal Tenaga Kesehatan

Data Kemenkes RI: Angka Vaksinasi Nakes di Sumut Memprihatinkan, Hanya 30 Persen

Saya melihat, Indonesia sendiri sudah 50 persen dan kita berharap Sumut yang 30 persen dapat didongkrak lagi.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/VICTORY
SEKRETARIS Jenderal Kemenkes RI, drg Oscar Primadi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Kesehatan RI membeberkan angka vaksinasi tenaga kesehatan di Sumut masih di angka 30 persen hingga Rabu (10/2/2021).

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg Oscar Primadi saat membuka Pekan Vaksinasi Covid19 di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Oscar menyebutkan, angka vaksinasi di nasional maupun di daerah tersebut belum menggembirakan.

"Tentu vaksinasi terhadap nakes sampai saat ini masih belum begitu menggembirakan. Saya melihat, Indonesia sendiri sudah 50 persen dan kita berharap Sumut yang 30 persen dapat didongkrak lagi," ungkap Oscar.

Dirinya menyebutkan langkah vaksinasi massal yang dilakukan di Sumut ini terbilang baik untuk mendongkrak angka vaksinasi nakes di Sumut. Karena sudah ada 2715 yang mendaftar. 

"Saya berterimakasih kepada Rektor USU yang telah menyediakan tempat serta tenaga medis dari RS USU, Dinas Kesehatan provinsi dan kota, RSUP Adam Malik, dan Politeknik Kesehatan. Ini kolaborasi yang luar biasa. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga ada di sini. Ini patut diapresiasi dan tidak boleh berhenti sampai di sini," tuturnya. 

Dikatakannya, pihak Kemenkes mengejar angka 300 hari untuk 360 juta penyuntikan. "Makanya ini tidak ada hari libur sebetulnya," kata Oscar. 

Lebih lanjut, ia menyebutkan menargetkan waktu vaksinasi dalam 1 tahun 3 bulan dapat terkejar. 

Saat ditanya apa kendalanya, sehingga Sumut masih 30 persen nakes yang di vaksinasi, Oscar menjawab sampai saat ini sistem sudah terkoreksi dengan baik. 

Dijelaskan aplikasi di Sumut saat ini sudah berbeda. Dari yang sebelumnya membatasi nakes, kini sudah terbuka secara umum. Sehingga, nakes dapat melakukan penyuntikan di mana pun berada. 

"Nakes yang mau divaksin juga tidak terikat dengan data - data yang tertulis saja. Bisa melakukan pendaftaran melalui KTP dan lain-lain, asal jelas identitasnya," ujarnya. 

Saat ditanya ada sekitar tiga ribuan nakes di Sumut yang tak mau divaksin, pihaknya harus menyakinkan siapapun yang tidak mensukseskan vaksinasi. Pasalnya itu dapat menghambat keberhasilan pengendalian vaksin Covid-19. 

"Tentunya harus diberikan pemahaman dan kesadaran betul. Makanya kita mensosialisasikan ini terus menerus. Kalau soal sanksi, itu pendekatan paling ujung. Awalnya kita lakukan dialog dan pendekatan. Batas untuk nakes ini divaksin sampai Februari ini," tutupnya.(vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved