Breaking News:

Pencoretan Skuat PON Sumut Bakal Dilakukan, Performa Buruk Berpeluang Tersingkir

Dari 25 pemain yang saat ini masih menjalani pemusatan pelatihan (TC) berpeluang dicoret sebanyak lima orang.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
SEJUMLAH pesepakbola asal Sumut bersama atlet sepakbola PON Sumut mengikuti latihan rutin di Stadion Kebun Bunga, Medan, Senin (8/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim sepak bola Sumatra Utara yang dipersiapan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua Oktober 2021 mendatang saat ini masih dihuni sebanyak 25 pemain.

Sekjend Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) PSSI Sumut Fityan Hamdi mengatakan, skuat besutan Pelatih Ansyari Lubis itu masih akan dilakukan perampingan menjelang keberangkatan ke Papua nanti.

Dirinya mengatakan, dari 25 pemain yang saat ini masih menjalani pemusatan pelatihan (TC) berpeluang dicoret sebanyak lima orang. Sebab kuota tim sepakbola untuk PON Papua hanya sebanyak 20 pemain. 

"Total pemain saat ini 25. Kalau kuota sudah pasti nanti 20 yang dibawa. Kita kan masih 25, jadi masih ada stok kita," ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Fityan menjelaskan terkait proses pencoretan, Asprov PSSI Sumut menyerahkan kepada pelatih kepala. Menurutnya, pelatih kepala bakal menilai pemain di akhir program TC nanti dan memutuskan siapa saja yang akan diboyong ke Papua.

Dirinya mengatakan, pelatih tentunya akan melihat secara objektive baik dari skill, fisik, maupun perkembangan performa selama Pelatda dan kebutuhan tim. 

Fityan menilai bagi pemain yang performanya buruk tidak mengalami peningkatan atau malah menurun tentu berpeluang besar tersingkir. "Kalau pengurangan pasti sesuai kebutuhan pelatih nanti," katanya.

Fityan Hamdi menambahkan saat ini pihaknya masih menunggu regulasi Pengurus Besar (PB) PON terkait jumlah pemain profesional yang boleh dibawa. Karena itu nantinya pelatih juga akan melihat regulasi dalam menentukan pemain.

"Nah yang kita harus tunggu ini soal pemain profesional boleh atau tidak. Itu dia. Tergantung tuan rumah ini sekarang. Kalau sementara informasi dari Papua itu mereka tidak mau ada pemain profesional. Mereka mau yang amatir semua. Kalau kita saat ini dengan materi sekarang gak ada masalah mau ada pro, toh usianya 23 juga," pungkasnya.(Can/Tribun-Medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved