Breaking News:

Produksi Tahu Tempe Mogok

Sudah Empat Hari tak Jual Tahu, Pedagang di Medan Keluhkan Pemasukan Berkurang

Untung jualan tahu yang kita pakai untuk memodali usaha ini. Ini jadi timpang pemasukan sudah tiga hari tak jualan tahu.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
PEDAGANG di Pasar Pusat Pasar, Ita tengah melayani pembeli, Rabu (10/2/2021). Ia mengeluh terganggunya pemasukan akibat dari mogoknya pabrik tahu dan tempe. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pedagang di Pasar Pusat Pasar mengeluh terganggunya pemasukan akibat dari mogoknya pabrik tahu dan tempe.

Bahkan banyak pedagang yang ikut berhenti berjualan karena tak ada yang memasok tahu dan tempe. 

Satu diantaranya adalah Ita, Ita mengatakan sudah merugi selama empat hari karena pengerajin tahu tak memasok tahu ke kiosnya.

Diakuinya dalam sehari, ia bisa mendapatkan untung sekitar Rp 100 ribu dari berjualan tahu saja. 

"Untung jualan tahu yang kita pakai untuk memodali usaha ini. Ini jadi timpang pemasukan sudah tiga hari tak jualan tahu," katanya. 

Dikatakannya, hingga saat ini ia masih berjualan tempe. Namun pengerajin tempe yang menjadi langganannya juga sudah mengatakan akan ikut mogok mulai besok, Kamis (11/2/2021). 

Ita biasa mengambil tahu dari pabrik di Tanjung Sari Medan.  Dalam sehari ia bisa menjual lima hingga delapan papan tahu. 

"Kita berharap supaya diturunkanlah harga kacang kedelai, biar bisa tetap jualan tahu. Keuntungan kita nggak pincang, jadi anak tetap bisa sekolah," katanya. 

Hal senada diungkapkan Siallagan. Ia mengatakan sejak Senin tak ada lagi yang memasok tahu untuk ia jual. Pabrik mogok sehingga ia terpaksa beralih menjual ikan basah.

"Tahu mulai hari Senin sudah nggak ada, tempe ada. Itupun buatan kemenakan saya. Biasa saya jualan tahu, tempe, toge, dan kwetiaw. Karena nggak ada, harus beranikan diri jual ikan," katanya. 

Sementara seorang warga Medan Selayang, Ida yang sedang berbelanja mengatakan, dirinya kesusahan untuk mendapatkan tahu sejak tiba di pasar. 

"Sudah mau beli tahu tapi dari tadi enggak ada yang jualan. Bingung juga jadinya sementara anak-anak di rumah suka makan tahu," katanya. 

Dikatakannya, meski bukan makanan pokok, namun tahu dan tempe selalu menjadi produk yang ia beli setiap berbelanja mingguan. 

"Makanya pas nggak ada tahu, rasanya ada yang kurang juga. Semoga lah cepat selesai mogoknya jadi kami juga bisa makan tahu. Gizi yang terkandung di tahu juga bagus untuk anak-anak," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved