Breaking News:

Persiapan SEA Games, Pretty Sihite Pilih Latihan di Pengalengan dan Lari 150-170 Kilometer Seminggu

Peraih medali perunggu SEA Games Filipina 2019 ini mengatakan, latihan di Pangalengan lebih efektif ketimbang di kota Jakarta.

Tribun Medan/Chandra Simarmata
PELARI asal Sumut, Pretty Sihite. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelari putri nasional asal Sumatera Utara Pretty Sihite terus menggeber persiapan untuk berlaga di arena SEA Games Vietnam 2021 November mendatang dan PON Papua Oktober 20201.

Atlet putri asal Tapanuli Tengah ini mengatakan, saat ini dirinya menjalani latihan di kawasan Pangalengan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai persiapan menuju ajang bergengsi se-Asia Tenggara itu.

Peraih medali perunggu SEA Games Filipina 2019 ini mengatakan, latihan di Pangalengan lebih efektif ketimbang di kota Jakarta.

Apalagi sebagai atlet di nomor lari jarak jauh, lokasi Pangalengan lebih maksimal karena rute dan jarak tempuh sangat cocok bagi Pretty.

"Di Pengalengan memang lebih cocok untuk atlet lari jarak jauh. Beda jika di Jakarta untuk lari sampai 20 km nggak sanggup karena rute dan medan latihan gak sesuai," ujarnya.

Pretty mengatakan, perminggunya dirinya bisa berlatih dengan berlari hingga mencapai  jarak 150-170 kilometer.

Namun di sana dia rupanya tak sendiri.

Sejumlah atlet yang juga tergabung dalam pelatnas juga berlatih di luar Jakarta seperti Hendro di nomor Jalan cepat, dan Atjong Tio spesialis 3.000 meter steeplechase.

Pretty sendiri merupakan atlet yang sebelumnya dipanggil dalam tahap kedua program pelatnas untuk persiapan Olimpiade dan SEA Games tahun ini.

“Saya memang baru masuk tahap kedua sejak Januari lalu. Tapi ada kawan juga kok, ada Acong Tio, dan Hendro pelari jalan cepat. Kemudian Agus Prayogo yang atlet dari anggota TNI. Ada juga atlet tolak peluru juga ada di Bandung. Ramai juga sih. Tapi Selebihnya mereka pelatnas di Jakarta,” terangnya.

Namun, selama menjalani Pelatnas di Pangalengan, Pretty mengatakan masih menanggung biaya sendiri.

Pasalnya, PB Pasi hanya membiayai biaya pelatnas bagi atlet yang berlatih di Jakarta.

“Kalau dana seperti tempat tinggal atlet sebenarnya di tanggung. Tapi kan kebetulan posisi aku sekarang itu ada di Pangalengan. Jadi, pelatnas itu tidak membiayai kita yang posisi di Pangalengan. Jadi, walaupun saya pelatnas dari bulan satu kemarin tetap saya itu biaya sendiri. Jadi, anggaran pelatnas itu mereka hanya bisa dipusatkan di Jakarta saja,” kata atlet dengan spesialisasi nomor 3.000 meter steeplechase putri ini.(Can/Tribun-Medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved