Breaking News:

Juru Parkir Dituntut 30 Bulan Penjara, Tendang Motor dan Tantang Polda

Jaksa Penuntut Umum menilai jukir berusia 37 tahun yang arogan ini terbukti bersalah, melakukan tindak pidana pemerasan dan pengancaman.

TRIBUN MEDAN/HO
TRIBUN MEDAN/HO TENDANG MOTOR-Erwinsyah Hasibuan menendang motor milik warga di Jalan Brigjen Katamso, Agustus lalu. Akibat perbuatannya, Erwinsyah dituntut penjara selama 30 bulan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Oknum juru parkir di Jalan Brigjen Katamso, Medan, yang viral media sosial pada Agustus lalu karena menendang sepeda motor warga, Erwinsyah Hasibuan, dituntut dengan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan.

Jaksa Penuntut Umum menilai jukir berusia 37 tahun yang arogan ini terbukti bersalah, melakukan tindak pidana pemerasan dan pengancaman.

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwinsyah Hasibuan alias Meong, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan, sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata jaksa saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/2/2021).

Usai pembacaan tuntutan oleh jaksa, Meong memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Ia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Hakim pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda putusan.

Kasus ini bermula pada Minggu, 16 Agustus 2020 lalu, saat saksi Evy Siska Damanik bersama-sama dengan Desi Nora Wati Manik dan Martha Simanjuntak menuju Jalan Brigjen Katamso untuk minum es campur.

Sampai di tempat tujuan, Evy pun memarkirkan sepeda motor miliknya bersama dengan sepeda motor milik Martha. Lalu setelah selesai minum es campur, sekitar pukul 4 sore, mereka pun menuju parkir sepeda motor untuk pulang.

"Lalu datang terdakwa meminta Rp 4000 dengan nada memaksa berulang-ulang, lalu Evy Siska menjawab ‘Sabar. Belum dihidupkan sepeda motornya.’”

“Lalu terdakwa mengatakan ‘Jangan ribut. Kasihkan aja Rp 4.000-nya.’ Evy Siska Damanik menjawab ‘Siapa yang mau ribut?’ Sambil kemudikan sepeda motor untuk putar arah, dan terdakwa pun memaki," kata jaksa.

Evy Siska pun meminta karcis kepada terdakwa. Lalu terdakwa emosi sambil mengeluarkan karcis dari dalam kantong celananya, dan diserahkan kepada saksi Evy sebanyak dua lembar sambil mengumpat.

Meong kemudian berbalik arah dan menendang sepeda motor milik Evy Siska Damanik pada bagian depan.

Meong semakin marah karena Evy merekam tindak tanduknya dengan kamera ponsel.
Setelahnya Evy menyimpan ponsel miliknya, terdakwa dan Evy cekcok dan terdakwa kembali mengumpat dengan kata kasar.

Evy Siska pun mengancam akan melaporkan Meong ke Polda Sumut.

Meong malah menantang dan menghina Polda dengan kata-kata kasar.

Senin, 17 Agustus, Evy Siska Damanik melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumut. (cr21)

Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved