Breaking News:

Lisa Sitinjak Yakin Pembunuh Sengaja Pangkas Rambut Anaknya

Mayat ditemukan oleh warga di dalam sebuah rumah kosong di Jalan Garu II B dengan keadaan telanjang bulat dengan kondisi kepala botak, Selasa.

TRIBUN MEDAN/VICTORY ARRIVAL HUTAURUK
FOTO ANAK-Lusi Sitinjak menunjukkan foto Roni Syahputra Sibarani yang telah hilang selama dua pekan. Lusi meyakini mayat yang ditemukan di rumah kosong di Jalan Garu II B adalah anaknya. 

TRIBUN-MEDAN.com-Polsek Patumbak memeriksa lokasi ditemukannya pakaian yang diduga dipakai terakhir kali oleh jenazah yang ditemukan membusuk di Jalan Garu II B, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (12/2/2021). Diduga korban bernama Roni Syahputra Sibarani (18).

Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza menyebutkan pihaknya menemukan baju dan celana dalam korban dengan kondisi sudah penuh belatung.

"Tadi anggota olah TKP lagi. Ada ditemukan baju diduga milik korban sudah belatungan," tuturnya, Jumat (12/2/2021).

Ia menyebutkan bahwa hasil sementara pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan berkepala botak tersebut belum ada tanda-tanda kekerasan.

Mayat ditemukan oleh warga di dalam sebuah rumah kosong dengan keadaan telanjang bulat dengan kondisi kepala botak, Selasa (9/2/2021).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya yakin bahwa mayat tersebut anaknya dari baju yang ditemukan di dekat semak-semak rumah kosong tersebut.

Pembunuhan Sadis Anak 7 Tahun di Nias Selatan, Pelaku Sempat Minta Dipijat dan Imingi Uang Rp 1.000

Lusi Sitinjak, warga Jalan Garu II, meyakini bahwa mayat yang ditemukan itu adalah anaknya yang telah hilang sejak akhir Januari.

"Waktu itu anak saya selesai makan malam pergi keluar rumah tanpa membawa kendaraan maupun handphone. Hanya pakaian yang dikenakannya saja dibawanya," ungkapnya.

Ia mengatakan setelah korban pergi keluarga mulai sibuk mencarinya hingga pada akhirnya ditemukan mayat di balik pintu sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban.

Lusi menduga anaknya dibunuh dan pelakunya sengaja memangkas rambut anaknya sampai botak dan menelanjanginya agar tidak dikenali.

Kakak korban, Natalia Sibarani, menuturkan pihak keluarga yang mendapatkan laporan dari warga bahwa ada seseorang melempar sebuah benda yang diduga kuat merupakan baju milik korban ke semak-semak tepat di depan rumah ditemukan mayat.

"Jadi kami kemarin itu, ada warga yang bilang kalau mereka melihat seseorang melempar ke belakang perkarangan ini," ujarnya.

Ia bersama ibunya melihat sebuah baju berwarna abu - abu yang sudah tampak kusam di atas rumputan yang sudah tinggi.

Melihat pakaian korban, mereka pun sontak menangis histeris. Pihak keluarga menduga kuat bahwa baju tersebut milik korban yang sebelumnya sudah lama menghilang.

"Memang itu bajunya. Soalnya dia (korban) sudah dua minggu nggak pulang," pungkas Natalia. (vic)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved