Breaking News:

Sepinya Imlek di Panti Jompo Harapan Jaya, Lansia Kenang Masa Imlek Saat Bersama Keluarga

Berdasarkan informasi dari Pengelola Panti A Hock mengungkapkan,  tahun ini tingkat pengunjung jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PARA lansia saat bersantai dalam momen perayaan Imlek di Panti Jompo Harapan Jaya, Jalan Platina Raya Lorong 36, Titi Papan, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (12/2/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Panti Jompo Harapan Jaya, Jalan Platina Raya Lorong 36, Titi Papan, Kecamatan Medan Marelan tampak sepi saat hari pertama perayaan Imlek, Jumat (12/2/2021).

Amatan Tribun-medan.com, para lansia baru saja menyelesaikan makan siangnya dan tampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing baik di kursi roda maupun asyik menonton televisi.

Tak tampak kemeriahan yang biasa tergambarkan dalam suasana Imlek. Berdasarkan informasi dari Pengelola Panti A Hock mengungkapkan,  tahun ini tingkat pengunjung jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini di 2021 agak sepi tamu ataupun pengunjung dari seluruh Indonesia sama dermawan jauh beda dibanding tahun kemarin," ungkap A Hock.

A Hock turut membandingkan Imlek tahun-tahun sebelumnya yang dirayakan secara sukacita dengan berkaraoke dan berjoget bersama.

"Kalau tahun ini sepi tidak boleh memeriahkan seperti tahun lalu datang saudara untuk berkaraoke. Kalau tahun-tahun yang lewat, para penghuni panti bernyanyi bersama untuk menghibur tamu dari manapun untuk karaoke dan joget-joget bersenang senang," ujarnya.

Di depan panti juga tampak sebuah spanduk besar berisikan imbauan terkait protokol kesehatan yang diterapkan kepada pihak panti. 

"apabila sayang dengan para jompo, para pengunjung kami harapkan agar membatasi diri bila bertemu dengan para jompo walau melihat dari jauh. Sebaiknya dua orang cukup mewakili untuk menyerahkan bantuan berupa angpao, beras, makanan basah dan kering sedangkan rombongan lain cukup melihat dari jauh," demikian isi spanduk Panti Jompo Harapan Jaya.

"Panti juga memberi batasan seperti satu orang perwakilan untuk masuk menemui orang tua. Kalau ada saudara datang diberi untuk keluar untuk berjumpa, tidak boleh di dalam. Kalau kira-kira jam 6 atau jam 7 mereka sudah masuk ke kamar ataupun ada yang menonton tv," tutur A Hock.

Tampak sejumlah pengunjung datang sambil membagikan angpao dan kue sambil berkeliling membagikan secara langsung kepada para lansia tersebut. 

Tampak senyuman mengembang di wajah para lansia saat para pengunjung datang dan menanyakan kabar mereka. 

Walau begitu, tahu dalam suasana pandemi, rasa sedih juga turut dirasakan oleh para penghuni panti, diantaranya Elly yang sudah tiga tahun tinggal bersama 35 lansia lainnya.

Elly bercerita kenangan Imlek saat berkumpul bersama keluarga dan makan bersama yang kini sudah tidak dapat dirasakan sejak tiga tahun belakangan. 

Mengalami penyakit reumatik yang megharuskannya di kursi roda, Elly berharap kedepannya ia dapat sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga.

"Sepi untuk tahun ini. Kalau tadi juga tidak ada acara apa-apa. Ya beda lah, kalau tahun-tahun lalu kita ramai dan happy lah.
Apalagi dulu sebelum di panti ini selalu kunjungan ke rumah saudara dan bersama kita makan Bakkien. Kalau dulu zaman saya barongsai tidak dibolehkan. Jadi waktu kecil belum ada barongsai. Tapi ngumpul sama keluarga itu momen bahagia. Rindulah, semogalah kaki ini cepat sembuh biar bisa bersama keluarga lagi," ucap Elly.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved