Breaking News:

Korban Kekerasan Usus Terburai Selamat

BREAKING NEWS: Dianiaya hingga Usus Terburai, Elvis Pangaribuan Dipasangi Alat Bantu Buang Air

Dari penuturannya, hingga kini ia mengalami kesakitan saat bergerak karena perutnya masih dalam proses pengobatan.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
ELVIS Pangaribuan sedang terbaring di sebuah kursi di rumahnya dan ditemani istrinya, Senin (15/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Warga Desa Gasaraibu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Elvis Pangaribuan (46), kini terbaring lemah di rumahnya.

Mata sebelah kanan korban penganiayaan ini tampak berair. Ususnya yang sempat terburai akibat kekerasan tersebut sudah dioperasi dan kini ia harus mendapatkan alat khusus untuk buang air besar.

Dari penuturannya, hingga kini ia mengalami kesakitan saat bergerak karena perutnya masih dalam proses pengobatan.

Kepada Tribun-Medan.com, dirinya menuturkan secara gamblang bahwa kekerasan terjadi pada dirinya akibat ketersinggungan.

"Jadi bertemu dengan dia (tersangka) di warung. Kami lagi jalan. Ada teman di sini yang kebetulan temannya bertengkar. Lalu saya bilang, 'nanti dia minta perdamaian lagi', mungkin dia tersinggung," ujar Elvis Pangaribuan saat ditemui di rumahnya, Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Senin (15/2/2021).

Dari pemberitaan sebelumnya, Elvis menjadi korban penganiayaan di kawasan Laguboti yang dilakukan oleh dua orang yakni Baginda Pangaribuan (51) dan Frans Nando Pangaribuan (23).

Dari penuturannya, ada tiga pelaku yang melukainya termasuk istri Baginda Pangaribuan.

Saat melihat tersangka datang mendekati rumahnya, ia langsung memutar haluan dan berusaha menelepon orang-orang. Satu diantarnya adalah kepala desa, namun tidak sempat berbalas, ia sudah ditikam oleh tersangka.

"Saya pergi lagi ke warung lain karena memang tujuan saya adalah mau beli rokok. Nah saat pulang, saya lihat bapak, anak, sama istri pelaku sudah jalan," lanjutnya.

"Maka saya sengaja putar lagi kereta (sepeda motor) saya, saya balik lagi. Saya telepon itu siapa, maksud saya, saya telpon semua orang biar dia ditangkap saat membawa senjata gitu. Saya telponlah. Sepengetahuan saya, saya telpon kepala desa. Pas saya nelepon itulah, dia itu nusuki saya," ungkap Elvis Pangaribuan.

Lebih tegas, ia menuturkan bahwa ada tiga orang yang melukai dirinya. Istri Baginda yang dikatakannya sebagai pelaku menusuk bagian matanya sebelah kanan. Hingga kini, matanya sebelah kanan tidak bisa melihat.

"Bukan cuma dua orang, tapi tiga orang, Bapak, anak, dan istri. Itu saya dalam keadaan sadar pada waktu itu," lanjut Elvis Pangaribuan.

"Tersinggung karena ucapan. Itu saja. Istrinya ikut, dia yang nusuk mata saya sebelah kanan," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved