Breaking News:

Sedang Ada Tugas, Guru Besar USU Yusuf Henuk Tak Penuhi Panggilan Polda Sumut

Dengan kata-kata yang cukup keras, Yusuf mengkritik SBY dan menyebut SBY 'Bapak Mangkrak Indonesia'.

Tribun Medan / Ho
GURU Besar Universitas Sumatera Utara, Yusuf Leonard Henuk. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Yusuf Leonard Henuk, tidak memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut, terkait dugaan kasus rasialisme foto Natalius Pigai yang diunggah di media sosial.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, bahwa yang bersangkutan sedang ada tugas dan berhalangan hadir memenuhi panggilan.

"Seyogianya hari ini, tapi yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada tugasnya yang penting," katanya, Senin (15/2/2021)

Dirinya mengatakan, kemungkinan Guru Besar USU tersebut akan memenuhi panggilan Polda Sumut pada esok hari. "Jadi besok beliau mungkin akan hadir," jelasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Yusuf Leonard Henuk, juga menyerang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter-nya.

Dengan kata-kata yang cukup keras, Yusuf mengkritik SBY dan menyebut SBY 'Bapak Mangkrak Indonesia'.

Cuitan tersebut dibuat oleh Yusuf pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Pada tulisannya Yusuf menanggapi cuitan dari jubir SBY Ossy Dermawan yang mem-posting berita daring yang berisi kritik SBY terhadap pemerintah mengenai pembangunan proyek strategis nasional.

Cuitan tersebut dituliskan ulang oleh Yusuf dengan menambahkan komentar yang meminta SBY agar tahu diri. Menurut Yusuf, SBY tak pantas mengajari Presiden Joko Widodo karena dianggap tak berhasil membangun proyek strategis nasional.

"Yth.@SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena kau memang gagal&telah dijuluki: Bapak Mangkrak Indonesia," kata Yusuf dalam akun Twitter-nya.
Bahkan menurut Yusuf, Jokowi sudah cukup paham mengenai pembangunan proyek strategis nasional. Sehingga, SBY diminta tak perlu lagi mengajari Jokowi.

"Jadi tak pantas kau ajari @jokowi "ikan berenang", karena pasti malu kalipun kau, paham!," ujarnya.(wen/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved