Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menilik Patung Mejan dari Pakpak Bharat

Patung Mejan atau patung yang diukir tersebut sudah lama ada di Pakpak Bharat. Saat ini, hanya beberapa Mejan saja yang dapat dilihat di kabupaten itu

TRIBUN MEDAN / HO
Patung Mejan di Pakpak Bharat, Sumatera Utara. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Setiap daerah di Sumatera Utara memiliki peninggalan benda-benda bersejarah. Baik itu gedung cagar budaya, candi dan patung-patung yang bernilai sejarah. Satu di antaranya Patung Mejan yang berada di daerah Pakpak Bharat.

Satu di antara warga Pakpak, Roni, mengatakan Patung Mejan atau patung yang diukir tersebut sudah lama ada di Pakpak Bharat. Saat ini, hanya beberapa Mejan saja yang dapat dilihat di Kabupaten Pakpak Bharat.

"Mejen ini merupakan sebuah prasasti peninggalan leluhur ya. Jadi, lokasi untuk nelihat Mejan tersebut tidak jauh dari tempat wisata andalan Pakpak Bharat, Air Terjun Lae Mbilulu di desa Prongil Kecamatan Tinada," ujarnya, Senin (15/2/2021).

Selanjutnya dilangsir dari dispar.pakpak bharatkab.go.id, Bagi suku Pakpak, Mejan merupakan suatu simbol kebanggaan dan kemasyuran karena diyakini patung-patung tersebut mengandung unsur mistik tersendiri.

Kemudian, Mejan ini masih terdapat ratusan di beberapa daerah misalnya di Desa Ulu Merah, Mejan Solin di Natam Pakpak. Selain itu, di wisata air Terjun Lae Une di desa Kecupak. Selain itu, dikutip kembali dari sspe.pakpak bharatkab.go.id, mejan ini merupakan peninggalan purbakala yang ditemukan di Tanah Pakpak berupa patung-patung yang diukir dari batu.

Patung-patung ini berbentuk orang yang mengendarai binatang seperti gajah, kuda, atau harimau. Selain itu, Patung Mejan mengandung nilai budaya yang tinggi. Bahkan, Mejan merupakan lambang kebesaran marga Pakpak atau masyarakat Pakpak.

Tak hanya itu saja, Patung Mejan ini juga secara khusus dimaknai masyarakat Pakpak sebagai simbol kepahlawanan. Pemahat yang membuat mejan ini adalah para pertaki dan mereka inilah pemilik mejan sekaligus pande tukang.

Untuk pembuatan patung Mejan tersendiri, pada masa dahulu memakan waktu yang cukup lama. Bahkan disertai dengan mantra-mantra untuk mengisinya dengan roh yang biasa disebut masyarakat Pakpak "nangguru" yang mengisi batu mejan.

Maka, hal tersebut lah yang membuat Mejan diyakini memiliki kekuatan gaib. Kemudian, para pertaki inilah yang memiliki kualifikasi membuatnya. Selain itu, bagi warga yang memiliki Mejan pada masa dahulu, merupakan orang - orang yang berada.

Hal itu dikarenakan, dalam pembuatan Mejan dibutuhkan biaya yang lumayan besar dan memakan waktu lama. Selain itu, biasanya orang yang membuat Mejan bukanlah orang sembarangan. Karena, dalam pembuatannya harus mengikuti banyak ritual sebagai syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Agar Mejan tersebut nantinya memiliki kekuatan mistik. Setelah rampung patung ini ditempatkan di gerbang kampung sebagai penangkal bala sekaligus penanda kekuasaan marga selaku pemangku kuta, yaitu pendiri kampung. (cr22/Tribun-medan.com)

Sumber lain:
- Dinas Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat, dispar.pakpak bharatkab.go.id, dan sspe.pakpak bharatkab.go.id

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved