Breaking News:

Ada Komorbid, Puluhan Tenaga Kesehatan RSUD di Toba Tertunda Dapat Vaksin

Untuk vaksinasi tahap dua, pihak RSUD Porsea akan memulai vaksinasi pada Senin (22//2/2021) hingga Kamis (25/2/2021).

TRIBUN MEDAN/MAURITS
DIREKTUR RSUD Porsea, dr Tommy Siahaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Vaksinasi tahap pertama di Toba sudah diselenggarakan sejak Senin (8/2/2021).

Vaksinasi ini dilakukan di setiap fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan oleh Pemkab melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.

Terdapat sebanyak 20 fasilitas kesehatan yang digunakan dalam vaksinasi tersebut. Satu diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea.

Direktur RSUD Porsea dr Tommy Siahaan, ada sebanyak 134 orang tenanga kesehatan yang divaksin. Jumlah yang sebenarnya yang harus divaksin ada 200 orang, namun karena alasan adanya komorbid, para tenaga kesehatan tersebut ditunda menerima vaksin.

Dari selisih nakes yang direncanakan mendapatkan vaksin dengan yang menerima vaksin, ada sebanyak 66 orang nakes yang kemudian menerima vaksin pada tahap kedua.

“Nakes kita sekarang yang sudah divaksin sebanyak 134 orang dari total 200 nakes. Jadi, kemarin ada yang enggak divaksin karena ada komorbid.Nanti kita buat di tahap dualah, di bulan Maret,” ujar dr Tommy.

Untuk vaksinasi tahap dua, pihak RSUD Porsea akan memulai vaksinasi pada Senin (22//2/2021) hingga Kamis (25/2/2021).

Para nakes yang berjumlah 134 tersebut akan menerima suntikan vaksin kembali.

“Untuk tahap pertama bagian kedua nanti dimulai pada tanggal 22 hingga 25 Februari 2021,” lanjut dr Tommy Siahaan.

Dengan adanya vaksinasi tersebut, kata Tommy, pihaknya sebagai nakes merasa yakin melayani masyarakat. Walaupun semakin yakin, dirinya juga tak lupa mengimbau agar para nakes tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Jadi fungsi vaksin itu kan sebenarnya untuk pembentuk imun baru supaya kita enggak terserang lagi. Ini yang terbentuk di mindset kita kan. Tapi tak menutup kita terserang. Jadi kalaupun di suntik, kita tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti 3M itu,” sambung dr Tommy Siahaan.

Tommy berpesan agar para nakes jangan merasa sepele dengan penyebaran Covid-19. Dikatakannya, orang yang sudah mendapatkan vaksin masih ada kemungkinan terpapar Covid-19.

“Jangan kalau sudah disuntik jadi bebas-bebas ke kerumunan, itu salah. Toh kita juga bisa terpapar tapi dalam kondisi tidak berat,” lanjutnya.

Selain kepada nakes, Tommy berharap masyarakat juga jangan terlalu takut memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan, secara khusus ke RSUD Porsea. Di rumah sakit tersebut, prokes juga tetap berjalan baik bagi pengunjung maupun kepada seluruh nakes.

“Kita tetap melakukan protokol kesehatan. Kalau masuk, yang pertama harus mencuci tangan, pakai masker, baru dalam pelayanan juga harus tetap jaga jarak, di rawat inap juga kita batasi itu. Pengunjung tidak boleh berkunjung di rawat inap. Yang jaga harus satu orang. Di masa pandemi ini, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved