Breaking News:

BABAK BARU Dugaan Pemerasan Eks Wakapolsek Helvetia, Ini Kata Sosok yang Disebut Perantara 200 Juta

Sosok bernama Rizal yang disebut-sebut sebagai penerima uang Rp 200 juta dari Jefri, untuk diserahkan kepada AKP Dedi, muncul ke publik.

TRIBUN MEDAN / HO
Rizal, yang disebut-sebut menerima uang dari Jefri Supriyadi yang kemudian diberikan kepada mantan Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan, ditemui di salah satu warung kopi, Kota Medan, Selasa (16/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus dugaan pemerasan Rp 200 juta yang dilontarkan Jefri Suprayudi terhadap AKP Dedi Kurniawan, saat menjabat sebagai Wakapolsek Helvetia, memasuki babak baru.

Sosok bernama Rizal yang disebut-sebut sebagai perantara dalam kasus dugaan pemerasan itu, muncul ke publik dan memberi keterangan terkait uang tersebut.

Sebelumnya, ia disebut menerima uang Rp 200 juta dari Jefri, untuk kemudian diserahkan kepada AKP Dedi.

Dalam pengakuannya, Rizal membantah telah menerima uang Rp 200 juta tersebut.

Bahkan, ia menyebut Jefri dan kuasa hukumnya telah membuat berita kebohongan, hingga membuat nama baik AKP Dedi Kurniawan tercemar.

"Bohong, apa yang dikatakan Jefri kepada publik bahwa saya telah menerima uang sebesar Rp 200 juta lalu menyerahkannya kepada Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan," kata dia, saat ditemui di salah satu warung kopi, di Kota Medan, Selasa (16/2/2021).

Rizal mengaku tidak tahu sama sekali terkait perkara Jefri Suprayudi yang mengaku telah diperas uang Rp200 juta.

"Dalam kasus Jefri ini, saya sudah diperiksa oleh Bid Propam Polda Sumut, Dit Reskrimum Polda Sumut serta Dit Reskrimsus Polda Sumut mengaku tidak pernah menerima uang Rp 200 juta dari Jefri," terangnya.

Baca juga: Hari Terakhir Bertugas, Wali Kota Tersingkat di Indonesia Ini Naik Motor Trail Tinggalkan Balai Kota

Baca juga: Perkara Sindir Pelakor di Medsos Memanas, Ada Foto Pelesiran ke Labuan Bajo, Akhirnya Akui Hubungan

Baca juga: Awalnya ke Rumah Murid Untuk Mengajar, Tak Disangka Guru Muda di Asahan Ini Malah Berbuat Cabul

Rizal menambahkan, dirinya juga tidak pernah dilibatkan dalam proses pengembalian uang sebesar Rp 200 juta yang dilakukan Polsek Helvetia kepada Jefri.

"Jelas dengan disangkutpautkannya nama saya yang telah menerima uang Rp 200 juta atas kasus dugaan pemerasan itu telah mencoreng nama baik saya.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved