Breaking News:

 Harga Emas Antam Sentuh Rp 939 Ribu, Pengamat: Trennya Memang Turun

Harga tersebut turun Rp 5.000 dibandingkan dengan harga emas pada Senin (15/2/2021) lalu. Di mana saat itu, harganya Rp 944 ribu.

Tri bunnews/herudin
Logam Mulia Emas Antam 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga logam mulia atau emas batangan produk PT Aneka Tambang (Persero) TBK atau Antam pada Selasa (16/2/2021) berada di angka Rp 939 ribu per gram. 

Harga tersebut turun Rp 5.000 dibandingkan dengan harga emas pada Senin (15/2/2021) lalu. Di mana pada saat itu, harga emas Antam berkisar Rp 944 ribu.

Harga buy back atau harga yang didapat jika pemilik emas Antam ingin menjual kembali emas batangan tersebut berada di kisaran Rp 815 ribu. Sedangkan pada Senin lalu seharga Rp 820 ribu.

Baca juga: HARGA Emas Antam di Pegadaian 2 Februari 2021, Bandingkan Harga Emas UBS 0,5 Gram: Rp 503.000

Sementara itu, harga emas 0,5 gram seharga Rp 519.500, sedangkan harga emas 2 gram Rp 1.828.000. Sayangnya untuk emas 1 dan 2 gram ketersediaannya kosong atau sold old.

Untuk emas 3 gram seharga Rp 2.724.000, emas 5 gram Rp 4.510.000, emas 10 gram 8.940.000, emas 25 gram seharga Rp 22.184.000.

Untuk emas 50 gram seharga Rp 44.203.000, emas 100 gram seharga Rp 88.255.000.

Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas Antam Logam Mulia Medan, Mall Centre Point. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain, harga emas bisa saja berbeda.

Pengamat Ekonomi Wahyu mengatakan, saat ini harga emas memang cenderung naik turun. Ini diakibatkan pandemi Covid-19, di mana masyarakat beralih investasi.

"Pernah kan harga emas tinggi karena permintaan yang tinggi, pernah hampir sampai Rp 1 juta. Lalu ketika ekonomi sudah berjalan dengan baik, investor mengubah portofolio investasinya. Jadi emas mulai ditinggalkan dan masuk ke pasar modal," katanya, Selasa, (16/2/2021).

Karena masyarakat mulai beralih investasi ke pasar modal dan membeli surat utang pemerintah, hal tersebut berdampak kepada harga emas. 

"Saya lihat trennya itu sebenarnya masih menuju nilai yang menurun. Karena sebelum Covid-19 harganya di level Rp 800 ribu ke Rp 900 ribu. Belum sampe ke Rp 900 ribulah," jelasnya.

Wahyu mengatakan, harga emas memang akan naik pelan-pelan. Sehingga untuk investasi jangka panjang itu bagus. 

"Dia hampir sama seperti tanah. Tanah itu naiknya pelan-pelan, tapi memang akselerasi tanah itu lebih tinggilah kita katakan. Cuma emas gampang dijual," katanya.

Karena itu menurutnya, jika masyarakat ingin berinvestasi emas, memang bagus. Namun tren saat ini menunjukkan harga emas memang sedang turun naik. 

Masyarakat yang memiliki kelebihan uang saat ini lebih memilih untuk berinvestasi pada pasar saham dan lainnya.

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Eti Wahyuni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved