Breaking News:

Surya-Taufik Melenggang Pimpin Asahan Setelah Gugatan Nurhajizah-Hendri Kandas di MK

Gugatan Pilkada Asahan ditolak Mahkamah Konstitusi. Dengan begitu, pasangan Surya-Taufik dipastikan melenggang pimpin Asahan

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Pasangan Calon Bupati Kabupaten Asahan nomor urut 2, Surya-Taufik deklarasi kemenangan Pilkada Asahan 2020 di rumah aspirasi ST20, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,KISARAN-Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketuai Anwar Usman menolak gugatan yang dilayangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan nomor urut 01, Nurhajizah Marpaung-Hendri Siregar terkait Pilkada Asahan.

Dengan penolakan ini, besar kemungkinan pasangan Surya-Taufik, selaku peraih suara terbesar Pilakada Asahan bakal melenggang memimpin Asahan.

Dari informasi yang diperoleh Tribun Medan, Senin (15/2/2021) siang, adapun amar putusan hakim menolak permohonan yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan ASN, money politik, hingga ketidak sesuaian suara pada Pilkada Asahan.

Baca juga: Terekam CCTV, Seorang Anak Kecil Diduga Curi Handphone Penjaga Butik di Asahan

"Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk permohonan karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 158 UU 10/2016.

Bahwa pemohon mendalilkan sebagaimana termuat lengkap dalam dudukan perkara, antara lain pokoknya bahwa Termohon (KPUD Asahan) dan Bawaslu membiarkan adanya pelanggaran yang dilakukan pihak terkait (Paslon Surya-Taufik) pada saat Pilkada Asahan melakukan politik uang dan melibatkan ASN sehingga mempengaruhi perolehan suara dan merugikan pemohon," kata hakim dalam putusannya.

Untuk laporan politik uang, telah ditindaklanjuti oleh Bawaslu, namun tidak dapat diregister, karena tidak memenuhi syarat formal.

Sedangkan untuk netralitas ASN, Bawaslu telah meneruskan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), dengan status dihentikan ada pula yang diberikan sanksi moral dan hukuman disiplin sedang.

Baca juga: TEGA, Iming-imingi Sepeda Motor, Ayah di Asahan Rudapaksa Anak Sambung

"Menurut Mahkamah, pelanggaran-pelanggaran tersebut walaupun ada, namun tidak bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, sehingga mempengaruhi peringkat perolehan suara para pihak yang signifikan," kata hakim.

Saat dihubungi, Ketua KPU Kabupaten Asahan mengatakan pihaknya masih menunggu salinan pleno.

"Kami melakukan pleno untuk menetapkan calon terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Asahan.

Halaman
12
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved