Breaking News:

Ada Potensi Kebakaran Hutan Saat Cuaca Panas, BPBD Surati Para Camat se-Kabupaten Toba

Dengan melihat secara menyeluruh kawasan hutan, kata Pontas, api dengan mudah tersulut karena kawasan hutan ditumbuhi pohon pinus.

Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
KEPALA BPBD Kabupaten Toba, dr Pontas Batubara. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Cuaca panas yang mengakibatkan percepatan terjadinya kebakaran hutan di kawasan Toba menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba telah menyurati setiap camat yang ada di wilayah Kabupaten Toba agar memberikan informasi terkait antisipasi kebakaran hutan.

Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba dr Pontas Batubara mengatakan agar setiap camat memberitahukan kepada seluruh masyarakat terkait antisipasi dini kebakaran hutan di kawasan Toba.

“Hal-hal itulah yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Kita juga sudah membuat surat edaran Bupati Toba tentang peringatan dini dan potensi banjir. Nah, yang perlu diantisipasi adalah camat sebagai pemimpin wilayah pertama melakukan sosialisasi ke perangkat daerah. Bahkan melalui media kita upayakan juga mempublish apa-apa saja yang disampaikan pemerintah terkait bencana,” ujar dr Pontas Batubara, Rabu (17/2/2021).

“Kita berharap dengan bantuan media, informasi terkait antisipasi dini bencana dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” katanya.

Dengan melihat secara menyeluruh kawasan hutan, kata Pontas, api dengan mudah tersulut karena kawasan hutan ditumbuhi pohon pinus.

Di Kabupaten Toba, pohon pinus tersebut tumbuh di pinggiran jalan dan pada umumnya langsung berbuhubungan dengan hutan.

“Yang di sekitaran Danau Toba, titik yang paling rawan mengalamai kebakaran hutan. Walau BPBD dalam hal ini bagian dari Karhutla, namun yang paling terkait hal ini adalah Kehutanan dan Polisi Kehutanan. Dari peninjauan kita, ada beberapa titik yang rawan kebakaran hutan adalah pohon pinus yang ada di pinggir jalan ini mulai dari Tampahan sampai perbatasan,” lanjutnya.

Selain pinggiran jalan, ada beberapa titik yang rawan kebakaran hutan, yakni kawasan Tampahan, Meranti Pohan, dan Habinsaran.

“Kemudian, daerah Bonan Dolok. Kemudian, di Simarmar, itu sudah tiap tahun pasti. Kemudian, daerah Pintu Pohan, dan daerah Parsoburan. Itu titik-titik yang paling rawan untuk kebakaran hutan,” sambung dr Pontas Batubara.

Secara khusus, dirinya juga mengimbau para petani yang akan membuka lahan baru.

Biasanya, pembukaan lahan baru tersebut disertai dengan membakar lahan. Secara tegas, ia menyampaikan agar para petani mengupayakan pembukaan lahan baru dengan tidak membakar. 

“Kita iimbau bagi para petani, jangan melakukan pembukaan lahan dengan membakar di musim sekarang ini. Yang kedua, bila melakukan proses pemabakaran di lahan tersebut, harus dijaga apinya memang terkendali. Yang ketiga, mengerti arah angin karena kalau areal itu terbakar dan posisi angin kencang , maka api bisa menjalar kemana-mana,” kata dr Pontas Batubara.(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved