Breaking News:

Gugatan Pilkada Medan Gugur di MK, Akhyar Nasution Tegaskan Terima Keputusan Majelis Hakim

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia resmi membacakan ketetapan hasil sengketa Pilkada Medan yang dinyatakan gugur.

Screenshoot YouTube MK
Tangkapan layar sidang sengketa Pilkada Medan Mahkamah Konstitusi, Senin (15/2/2021). Dalam sidang tersebut, gugatan pasangan calon Akhyar-Salman dinyatakan gugur. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia resmi membacakan ketetapan hasil sengketa Pilkada Medan yang dinyatakan gugur.

Ketetapan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Wali Kota Medan yang disiarkan secara terbuka melalui live streaming di Youtube Mahkamah Konstitusi RI, Senin (15/2/2021).

Eks Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengaku menerima keputusan tersebut.

"Ya sudah keputusan MK, kita terima," ujar Akhyar saat ditemui usai menghadiri rapat pengusulan pemberhentian nya sebagai Wali Kota Medan, dj Gedung DPRD Medan, Selasa (16/2/2021).

Akhyar tidak menyebutkan secara detil alasannya tidak menghadiri persidangan.

Sebelumnya, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang diketuai Anwar Usman membacakan Ketetapan Mahkamah Konstitusi RI dengan nomor 41/PHP.KOT-XIX/2021.

"Bahwa Mahkamah Konstitusi telah menerima permohonan bertanggal 18 Desember 2020 dari Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi Pasangan Calon Nomor Urut 1 dalam Pilkada Wali Kota Medan dan Telah tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Elektronik pada tanggal 18 Januari 2021 dengan nomor 41/PHP.KOT-XIX/2021 perihal hasil pemilihan Wali Kota," sebutnya dalam sidang.

Hakim melanjutkan, bahwa MK telah menyelenggarakan sidang pemeriksaan pendahuluan namun pemohon tidak hadir dalam sidang pendahuluan tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara sah dan patut.

"Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 37 ayat (2) Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 6 tahun 2020 tetang Tata Beracara dalam Perkara Perselihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota (PMK 6/2020), 'Dalam hal pemohon atau kuasa hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak hadir dalam pemeriksaan Pendahuluan tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara sah dan patut, Mahkamah menyatakan permohonan gugur," lanjutnya.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi telah melakukan rapat pleno pembahasan sengketa Pilkada Medan dengan nomor perkara 41/PHP.KOT-XIX/2021 pada Rabu (10/2/201) lalu dengan anggota sebanyak 9 orang hakim.

Hasil keputusan kemudian dibacakan secara terbuka dalam sidang lanjutan pada Senin (15/2/2021). Dengan demikian, gugatan Paslon Akhyar-Salman resmi dinyatakan gugur.

"Permohonan pemohon beralasan berdasarkan hukum sah dinyatakan gugur. Maka dengan ini Mahkamah Konstitusi RI menetapkan permohonan pemohon dinyatakan gugur," pungkas nya.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved