Breaking News:

Update Covid19 Sumut 17 Februari 2021

Penjual Suvenir di Samosir Terdampak Pandemi, Penjualan Menurun Drastis

Pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan wisatawan menurun drastis. Hal ini juga berpengaruh pada penjualan suvenir di Desa Tomok. 

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
WISATAWAN menyusuri jalanan di Desa Tomok, Rabu (17/2/2021). Pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan wisatawan menurun drastis yang turut menyebabkan penjual suvenir terdampak. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pemandangan berbeda terasa saat berada di Desa Tomok Kecamatan Simanindo Samosir. Daerah yang biasanya dipadati pengunjung itu kini lenggang.

Beberapa kios yang menjual berbagai suvenir dan oleh-oleh khas Samosir tutup. 

Pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan wisatawan menurun drastis. Hal ini juga berpengaruh pada penjualan suvenir di Desa Tomok. 

Seorang karyawan di salah satu kios yang menjual suvenir, Desna Rumahorbo mengatakan sebelum pandemi banyak pengunjung yang datang dari luar negeri maupun lokal. Namun saat ini wisatawan sangat jarang yang datang berkunjung.

"Omzetnya jelas menurun, sekitar 80 persen. Dulu kami bisa jual sampai lima lusin baju kaus, belum produk yang lain. Sekarang satu hari bisa gak ada," jelasnya. 

Meski penjualan sepi, pihaknya tetap harus membayarkan sewa kios, sementara bantuan juga tidak ada didapatkan. 

Dirinya menjual suvenir buatan dari Medan dengan motif khas Batak. 

"Ada juga memang kawan-kawan yang dapat bantuan, kalau kami ini enggak ada dapat," katanya. 

Dikatakannya saat awal pandemi pihaknya menutup kios selama hampir enam bulan. Selama tidak berjualan, ia memilih untuk bertani.

"Sekarang setiap hari tetap buka. Tapi ya sepi, waktu perayaan Imlek itu juga sepi," pungkasnya. 

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved