Breaking News:

Update Covid19 Sumut 17 Februari 2021

Tenaga Kesehatan RS Pirngadi Buat Laporan ke Ombudsman, Buala Tegaskan Jadi Masalah Serius

Seorang tenaga kesehatan, Buala Zebua mengatakan insentifnya tidak dibayarkan hampir lebih dari sembilan bulan. 

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PERAWAT Covid-19 di RS Pirngadi, Buala Zebua ikut melaporkan kasus insentif tak dibayarkan ke Ombudsman Sumut, Rabu (17/2/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tenaga kesehatan Covid-19 di RS Pirngadi Medan melaporkan tunggakan insentif yang tak kunjung dibayarkan kepada Ombudsman Sumut. 

Laporan tersebut disampaikan langsung ke kantor Ombudsman Sumut, Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (17/2/2021). 

Seorang tenaga kesehatan, Buala Zebua mengatakan insentifnya tidak dibayarkan hampir lebih dari sembilan bulan. 

"Saya sebagai perawat dalam penanganan Covid-19 di RS Pirngadi. Dari awal kami merawat pasien Covid-19 mulai 16 Maret 2020. Jadi itu sudah dijanjikan untuk uang nakes kami. Pertama kami menerima uang Nakes itu 10 Oktober 2020, yang dibayarkan untuk bulan Maret dan April," ujar Buala, Rabu (17/2/2021).

Buala juga mengatakan terdapat keganjalan ketika mendapatkan dana insentif itu untuk pertama kali. Karena, kata dia, sesuai perjanjian seharusnya mendapatkan tiga bulan insentif, namun yang diberikan hanya dua bulan. 

"Itulah pertama kali keluar insentif. Yang kami pertanyakan, pertama kami teken itu tiga bulan kenapa jadi dua bulan yang kami terima," katanya.

"Dan selanjutnya itu selalu dibilang sabar, nanti bulan 11 sabar, akhirnya sampai ke 2021 belum ada titik terangnya. Itu teritung bulan Mei," terangnya.

Buala menuturkan sesuai perjanjian dari Menteri Kesehatan, dana insentif untuk nakes Covid-19 per bulan yakni 7,5 Juta. Sementara pihaknya sudah tidak mendapatkan insentif sejak Mei 2020 lalu. 

"Yang saya minta, kasihlah hak kami. Karena kami ini pekerja. Kami tidak tahu masalah uang ini. Kami hanya menangani pasien. Kami bekerja setulus hati. Kami tetap berjuang dan kami rela untuk meninggalkan anak-anak kami," ujar Buala sembari meringis. 

"Kami sudah rela berkorban, tapi kenapa kami diperlakukan seperti ini. Ini sudah pembohongan bagi kami. Bahkan dari kami ada sekitar belasan yang kena Covid-19. Kenapa begini kami diperlakukan, kami pun bekerja, yang kami hadapi ini adalah musibah yang besar, mendunia," ucapnya. 

Dirinya berharap permasalahan ini segera berakhir dan insentif yang tertunda dapat segera dibayarkan. 

"Kami mohon kepada pejabat anggota dewan agar membantu kami, agar terhindar dari korupsi yang ada di kota ini. Ini sangat serius bagi kami, karena kami pun pekerja, kami butuh uang untuk kehidupan sehari-hari," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar mengatakan akan segera memanggil Dinas Kesehatan dan Manajemen RS Pirngadi Medan untuk memberikan klarifikasi. 

"Kita akan panggil Dinas Kesehatan dan RS Pirngadi. Kita lihat seperti apa permasalahan nya. Yang jelas jika terjadi pelanggaran akan kita buat mekanisme sanksi, atau kita alihkan ke KPK dan aparat hukum lainnya," ujarnya.(cr14/tribun-medan.com) 

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved