Breaking News:

Wacana Jika PON Papua Digelar Tanpa Penonton, KONI Sumut Sebut Tak Jadi Masalah

Terkait rencana gelaran PON tanpa suporter, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut John Ismadi Lubis mengatakan siap menjalankan.

Tribun Medan/Chandra Simarmata
PARA atlet tampak sedang mengikuti tes fisik persiapan Pelatda PON Papua 2020, di stadion Unimed beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang diprediksi masih belum usai tahun ini membuat Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua 2021 harus memiliki kebijakan demi mengantisipasi terjadinya penularan besar-besaran saat ajang akbar itu digelar Oktober mendatang.

Wacana seluruh pertandingan cabang olahraga (cabor) dilaksanakan tanpa dihadiri penonton pun berpeluang diterapkan di ajang yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 Oktober - 4 November itu.

Terkait rencana gelaran PON tanpa suporter, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut John Ismadi Lubis mengatakan siap menjalankan ketentuan itu jika nantinya diterapkan.

Dirinya menilai hal itu jadi salah satu solusi meminalisir terjadinya penularan saat kegiatan berlangsung.

“Kita setuju saja regulasi itu. Tujuannya kan untuk  mencegah timbulnya kluster baru Covid-19. Jadi tanpa penonton tidak ada masalah bagi kita," ujarnya, Rabu (17/2/2021).

John menjelaskan, KONI Sumut tentunya tetap berusaha mengikuti setiap keputusan pemerintah terkait regulasi maupun teknis pelaksanaan PON.

Termasuk jika aturan pertandingan PON tanpa penonton juga dinilai menjadi solusi terbaik mencegah kluster baru penyebaran Covid-19 tentu akan dijalankan.

“Kalau pemerintah bilang tetap jalan, lanjut, kalau bilang tidak usah yang tidak usah. Tapi, yang pasti kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah," terangnya.

John tak menampik hadirnya suporter di arena besar PON akan turut menambah semangat para atlet.

Namun menurutnya ada atau tidaknya penonton bukan menjadi alasan bagi para atlet Sumut kehilangan daya (spirit) bertarung dan merebut medali juara.

Positifnya, ketiadaan pendukung di arena pertandingan harus menjadi sarana uji mental bertanding bagi para atlet.

Jadi menurutnya jika memang persiapan sudah matang, tak ada alasan bagi atlet selain menunjukkan performa terbaik walau harus bertanding di luar daerah dengan tanpa dukungan penonton secaralangsung.

Sebab dari manapun para pendukung khususnya keluarga pasti turut mendoakan sang atlet agar bisa meraih juara.

“Mungkin tanpa penonton buat semangat bertandingnya berkurang. Tapi, ini kan situasi beda. Sebenarnya mau ada penonton atau tidak, semangat bertarungnya ya harus sama. Mereka kan sudah dilatih bertarung sampai titik darah penghabisan, demi meraih juara. Jadi tanpa penonton pun tidak masalah. Selama pelatda ini lah kita kuatkan mental atlet ,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Opsi menggelar PON Papua tanpa penonton belum lama ini diutarakan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Menurutnya penyelenggaraan PON Papua tanpa penonton bisa menjadi alternatif apabila pandemi Covid tak kunjung mereda. Adapun PON 2020 Papua dijadwalkan bergulir mulai 20 Oktober sampai 4 November 2021. PON edisi ke XX ini akan mempertandingkan total 37 cabor.(can/Tribun-Medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved