Breaking News:

Akhir Tahun 2021, Pelanggan PDAM Tirta Deli di Lubukpakam Bisa Nikmati Air 24 Jam

Saat ini di Lubukpakam itu produksi air hanya 120 sampai 125 liter per detik sedangkan kalau sudah selesai bisa 150 sampai 170 liter per detik.

TRIBUN MEDAN/INDRA
DUA pekerja yang melakukan penggalian untuk pemasangan pipa istirahat sejenak di sekitar lokasi proyek, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian PUPR mulai melakukan pengerjaan penggalian dan pemasangan pipa baru untuk jaringan air PDAM Tirta Deli yang ada di wilayah Lubukpakam Kabupaten Deliserdang.

Terdapat sekitar 12 Km pipa yang akan diganti mulai dari kawasan Sungai Ular sampai dengan kota Lubukpakam tempat di mana reservoir juga akan dibangun di area gedung Cadika lama depan kantor Bupati. Pergantian pipa dan pembangunan reservoir baru ini disebut akan meningkatkan produksi air ke depannya. 

"Ini proyek APBN, jadi nanti pipa yang ada diganti semua termasuk di Jalinsum. Ukurannya tetap, cuma jenis materialnya beda. Selama inikan pakai pakai PVC dan itulah yang sering bocor sekarang diganti HDPE lebih bagus lagi," kata Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahdjaya Nasution, Kamis (18/2/2021).

Mengenai pembangunan reservoir di area gedung Cadika lama, lanjut Batara akan mulai dibangun pada bulan depan karena proses tender sudah dilakukan.

Selain itu juga akan dibangun pembangunan peningkatan Instalasi Pengolahan Air di area Sungai Ular. Sesuai jadwal kontrak pembangunannya menyeluruh selesai pada September 2021. 

"Jadi kalau selesai nanti semuanya, produksi air makin naik karena reservoir sudah ada dua satu yang di Sei Ular dan satu lagi yang baru di Lubukpakam. Saat ini di Lubukpakam itu produksi air hanya 120 sampai 125 liter per detik sedangkan kalau sudah selesai bisa 150 sampai 170 liter per detik," kata Batara.

Batara menambahkan program yang dikerjakan oleh pihak Kementerian PUPR saat ini adalah hasil dari rancangan mereka sejak tahun 2018 dan pada 2019 telah dipaparkan di Kementerian.

Setelah permohonan disetujui, proyek ini pun bisa kemudian direalisasikan dengan pagu hampir 40 miliar bantuan dari Bank Dunia yang bekerjasama dengan Kementerian Keuangan.

Diakui, selama ini selalu sering terjadi keluhan dari pelanggan di Lubukpakam karena produksi air juga belum memadai ditambah jaringan yang memang layak untuk diganti. 

"Kalau sudah siap reservoir yang baru baru nanti kita pompakan ke pelanggan di Lubukpakam yang sekitar 10 ribu. Ini sebagai salah satu terobosan yang dilakukan Tirta Deli agar air di Lubukpakam bisa 24 jam. Yang selalu diributkan dari dulu itu air sering bermasalah. Kemarin itukan pompanya di Sungai Ular sana. Kan jauh sepanjang 15 km. Kalau ada reservoir baru, nantikan lebih dekat. Otomatis secara logika debit air sama tekanan air kan lebih kuat nanti," kata Batara. 

Pada saat ini pihak PDAM belum mendapatkan laporan keluhan dari pelanggan atas adanya pembangunan pemasangan pipa HDPE.

Batara menyebut kalau kemungkinan akan terjadi gangguan pada saat dilakukan connect alih fungsi saat pengerjaan sudah selesai. DDesibutkan, hal ini akan berdampak kepada kondisi bisa tidak normal satu hingga dua hari. 

Pantauan www.tribun-medan.com pada saat ini pihak kontraktor sedang melakukan pemasangan pipa baru HDPE di area Jalan RA. Kartini Lubukpakam. Ada sejumlah pekerja yang tampak melakukan penggalian dan sudah memasukkan pipa baru berukuran 12 inci. Tampak kalau pipa lebih kokoh dan bewarna hitam. 

Terlihat kalau bahu jalan sedikit menyempit akibat tanah bekas galian pipa.

Namun pada bagian yang sudah selesai dikerjakan, bahu jalan tampak sudah kembali lebar karena tanah yang sebelumnya bertumpuk sudah kembali ditimbun. (dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved