Breaking News:

Appara Indonesia Nilai Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Masih Butuh Waktu

Untuk kegiatan yang menghadirkan orang banyak seperti pertunjukan musik mungkin belum bisa terselenggara dalam waktu dekat. 

Tribun Medan
TAMU antre mengambil makanan pada sebuah pertemuan yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel Medan beberapa waktu lalu. Untuk kegiatan MICE, Hotel Santika Medan menerapkan protokol kesehatan berupa physical distancing, penggunaan masker, dan sebagainya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komitmen pemerintah dalam menghadirkan sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada kegiatan MICE diyakini dapat menghidupkan kembali industri event.

Namun untuk kegiatan yang menghadirkan orang banyak seperti pertunjukan musik mungkin belum bisa terselenggara dalam waktu dekat. 

"Kami optimistis banget dengan penerapan CHSE ini akan menggeliatkan industri event. Namun sulitnya sekarang kan yang mengawasi pelaksanaan CHSE nya, itu yang harus konsisten," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Penyelenggaraan dan Pelaksana Acara (APPARA) Indonesia Hendra Gunawan Kaban, Kamis (18/2/2021). 

Untuk itu, menurutnya harus ada auditor dari pelaksanaan CHSE ini. 

Hendra mengatakan untuk kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan mini exhibition sudah bisa digelar dengan adanya CHSE ini. 

"Namun untuk pertunjukan musik seperti konser yang melibatkan banyak penonton masih butuh waktu. Tapi untuk MICE sejauh pelaksanaannya konsisten, sustainable, dan komitmen, saya yakin bisa. Memang di awal-awal pasti akan merasa tidak nyaman saat ditegur, tapi kita mengingatkan ini untuk keselamatan kita bersama," katanya. 

Hendra mengatakan hingga saat ini belum ada event tatap muka yang diselenggarakan. Namun event virtual sudah banyak digelar. 

"Di awal-awal pandemi kan memang belum ada protokol kesehatan namun saat ini kan sudah ada protokol kesehatan harusnya penyelenggaraan MICE pasti lebih aman dan nyaman. Jadi yang penting saat ini adalah diberikanlah izin untuk kegiatan tersebut," ungkapnya. 

Untuk itu pihaknya berharap agar diberikan izin sehingga pergelaran berbagai kegiatan bisa dilakukan. 

"Kalaupun misalnya diberikan ijin dengan pembatasan kapasitas ruangan, ya enggak papa. Yang penting sudah bergulir dulu agar industri ini bisa jalan," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved