Breaking News:

Update Covid19 Sumut 18 Februari 2021

Dinkes Sumut Akui Pendonor Plasma Konvalasen Masih Minim, Alwi: Kita Coba Edukasi

Hingga saat ini, PMI kota Medan masih menerima delapan penyintas yang berhasil melakukan pendonoran plasma konvalesen.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
PASIEN sembuh COVID-19 mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (29/1/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Pendonoran plasma konvalesen di Sumatera Utara yang berada di naungan UDD PMI kota Medan kini belum menunjukkan peningkatan signifikan sejak dicanangkan pada Januari 2021.

Hingga saat ini, PMI kota Medan masih menerima delapan penyintas yang berhasil melakukan pendonoran plasma konvalesen.

Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit turut mengakui bahwa masih sedikit para penyintas Covid-19 yang melakukan pendonoran terlebih di tengah pandemi saat ini. 

Alwi juga turut menyayangkan padahal plasma yang didonorkan turut membantu para pasien Covid-19 memperbaiki kondisi kesehatannya.

"Memang yang mau donor ini sedikit apalagi yang mau donor plasma ini. Sebenarnya sama saja dengan donor apalagi plasma ini kan sedikit, hanya plasmanya saja komponen darah lainnya kan tidak ikut. Padahal orang yang mendonor ini udah pasti sehat. Sementara orang yang menerima inikan tertolong. Kan bisa menolong orang lain. Ya nanti barangkali kita coba mengedukasi ini," ungkap Alwi kepada tribun-medan.com, Kamis (18/2/2021).

Alwi juga menegaskan plasma konvalesen efektif untuk proses terapi pasien Covid-19 terlebih jika titer antibodi dalam tubuh penyintas masih dalam kondisi bagus.

"Untuk para penyintas punya kesempatan untuk membantu yang lain dengan mendonorkan plasmanya. plasma Penyintas ini berisi antibodi yang bermanfaat untuk membantu penyembuhan untuk pasien terpapar, terutama kasus dengan Covid yang berat sangat terbantu dengan plasma ini. Oleh karena itu penyintas ini berkenan untuk bisa mendonorkan darahnya," ujarnya.

Alwi menambahkan, kesempatan para penyintas untuk melakukan pendonoran tidak lama lantaran pendonor hanya bisa melakukan maksimal tiga bulan pascadinyatakan sembuh.

"Karena kesempatannya tidak banyak. Idealnya itu sampai dengan tiga bulan. Kalau enam bulan harus dicek titer antibody apakah sudah cukup baik digunakan untuk donor atau tidak. Jadi kesempatannya itu sedikit. Mudah-mudahan penyintas berkenan untuk membantu," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved