Breaking News:

Hasil Evaluasi Pekan Ini, Belajar Tatap Muka Belum Diperbolehkan, Ini Penjelasan Disdik Sumut

Rencana pembelajaran tatap muka sepertinya belum dapat terealisasikan dalam waktu dekat.

HO / Tribun Medan
Kegiatan pelaksanaan Psikotes siswa baru SMAN 5 Medan dalam pemilihan jurusan dengan protokol kesehatan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rencana pembelajaran tatap muka sepertinya belum dapat terealisasikan dalam waktu dekat.

Plt Kadis Pendidikan Sumut, Lasro Marbun mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan tentang rencana pembelajaran secara tatap muka untuk seluruh instansi pendidikan di Sumut.

"Sampai evaluasi terakhir kita masih terus bermohon kepada Tuhan, mudah-mudahan virus ini ada obatnya, kemudian vaksin bisa didapatkan oleh banyak orang dan ketiga mujizat Tuhan virus dapat hilang dari muka bumi ini. Setelah itu nanti evaluasi lanjutan. Sampai sekarang kita lihat belum," ungkap Lasro Marbun kepada tribun-medan.com, Kamis (18/2/2021).

Lanjutnya, Lasro Marbun menjelaskan bahwa Minggu ini sudah dilakukan evaluasi dari bidang kesehatan dan hingga saat ini, Satgas Covid-19 belum memberikan izin karena masih dalam status memprihatinkan.

"Evaluasi terakhir sudah dilakukan di Minggu ini dari bidang kesehatan. Satgas menyatakan bahwa pandemi ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan, masih dalam tahap mengkhawatirkan," kata Lasro Marbun.

Tidak adanya izin dari Satgas Covid-19, membuat Lasro Marbun belum dapat mengambil keputusan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

"Untuk bidang pendidikan pastinya kita harus mengikuti dari bidang kesehatan, bidang epidemiologi, dan psikologi jadi kita tidak boleh berjalan sendiri karena ini kepentingan publik dimana anak-anak itu bergerak ketempat lain dan berjumpa banyak orang nah itu yang ditakutkan variabel publik," tuturnya.

Saat disinggung terkait kemungkinan adanya sekolah yang tatap muka di tengah pandemi, Lasro Marbun menuturkan bahwa hingga saat ini belum diizinkan untuk pembukaan sekolah secara formal untuk tatap muka.

"Kalau peserta didik hanya untuk mengantarkan tugas boleh tapi harus terapkan prokes. Terus jika tidak ada sinyal di daerahnya maka diundang ke sekolah memanfaatkan WiFi atau sinyal yang ada di sekolah tapi tetap dalam Prokes. Tapi secara formal masuk sekolah tatap muka saya kira belum waktunya," ujarnya.

Untuk evaluasi lanjutan, Lasro memastikan akan dilakukan secepat mungkin terutama saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan memasuki jadwal ujian.

"Paling tidak seiring dengan pelaksanan ujian sekolah, ujian kenaikan, dan ujian kelulusan mau gak mau itu harus dilakukan, demikian dengan berlangsungnya PPDB itu harus segera kita lakukan evaluasi," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved