Breaking News:

News Video

Kadis Pendidikan Kabupaten Toba Menyampaikan Ujian Nasional Tahun Ini Ditiadakan

Pada masa pandemi Covid-19, sistem pembelajaran memang berubah namun materi ajar tetap seperti sediakala dengan menggunakan Kurikulum K-13.

Kadis Pendidikan Kabupaten Toba Menyampaikan Ujian Nasional Tahun Ini Ditiadakan

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Diterimanya surat edaran dari Kementerian Pendidikan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba menyampaikan bahwa Ujian Nasional ditiadakan untuk tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Parlinggoman Panjaitan menyampaikan bahwa pernyataan peniadaan Ujian Nasional termaktub dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

"Sesuai dengan surat edaran dari Permemendikbud Nomor 1 Tahun 2021 bahwa Ujian Nasional ditiadakan. Sekaitan dengan itu, kita sudah membuat surat edaran terhadap setiap satuan pendidikan, termasuk SD dan SMP, untuk mendalami maksud dari surat edaran tersebut, yakni surat edaran Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021," ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Toba Parlinggoman Panjaitan pada Kamis (18/2/2021).

Kelulusan para pelajar ditentukan oleh nilai rapor yang bersangkutan serta adanya ujian pengganti ujian nasional.

"Di surat edaran kita, sudah kita buat kepada semua satuan pendidikan, termasuk SD dan SMP bahwa nanti dalam pelaksanaan pengganti dari Ujian Nasional itu dijelaskan bahwa rapornya itu semua harus terisi mulai dari semester 1 hingga 6. Itulah untuk kelulusannya," sambung Parlinggoman Panjaitan

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa dokumen-dokumen pelajar tersebut juga harus lengkap. Selain dokumen, pihak sekolah telah mengatur teknis pelaksanaan ujian pengganti ujian nasional.

"Semua dokumen harus lengkap semua dokumennya. Kemudian yang kedua, teknis pelaksanaannya harus dibuat jadwal ujian pengganti ujian nasional itu sendiri," sambungnya.

Dalam penuturannya, ia juga menyampaikan uraian perihal pembelajaran; proses belajar-mengajar dan ujian.

"Nah di sana itu sudah ada sistem. Yang pertama itu, daring itu diuji melalui ujian dalam jaringan. Yang kedua tentu ujiannya itu sistem luring. Bahannya nanti akan diantar, kemudian dijemput, kemudian diperiksa. Nah itu barangkali secara teknis," lanjut Parlinggoman Panjaitan.

Pada masa pandemi Covid-19, sistem pembelajaran memang berubah namun materi ajar tetap seperti sediakala dengan menggunakan Kurikulum K-13.

"Pada prinsipnya memang sistem penilaian dilakukan yang dulu tidak berbeda dengan belajar tatap muka di sekolah. Persoalannya kan, mereka tidak belajar tatap muka, itu aja. Kalau materi tetap diambil dari materi-materi K-13," lanjut Parlinggoman Panjaitan.

Ia mengakui bahwa dengan perubahan proses belajar-mengajar, tenaga pendidik juga mengalami kesulitan, misalnya jarak antara rumah pelajar dengan sekolah dan jaringan internet yang kadang blank spot.

"Bahkan, sekarang telah diperbaharui atau disiasati dengan kurikulum pada masa pandemi Covid-19. Jadi, kalau bahan tidak jadi persoalan sebenarnya cuma teknisnya tadi yang berbeda," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved