Breaking News:

Mahasiswa Datangi KPK, Minta Penyidik Periksa Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 di Kabupaten Madina

Penyebabnya, dana sebesar Rp 25,5 miliar yang bersumber dari APBD Madina Tahun Anggaran (TA) 2020 itu dinilai penggunaannya terindikasi penyelewengan.

TRIBUN MEDAN/HO
SEJUMLAH massa yang tergabung di Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Madina saat mendatangi gedung KPK di Jakarta, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Forum masyarakat mahasiswa peduli Madina, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar memeriksa penggunaan dana penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Penyebabnya, dana sebesar Rp 25,5 miliar yang bersumber dari APBD Madina Tahun Anggaran (TA) 2020 itu dinilai penggunaannya terindikasi terjadi penyelewengan.

"Kami meminta kepada Bapak Ketua KPK agar membentuk Tim Independen untuk memeriksa dugaan penyelewengan dana covid-19 yang menurut dugaan kami berpotensi kuat dikorupsi," kata Koordinator Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Madina, Herman Birje, Kamis (18/2/2021).

Menurut Herman, dana sebesar Rp 25,5 miliar itu terdiri dari anggaran bidang kesehatan sebesar Rp 3.240.827.752, dan belanja tidak terduga sebesar Rp 22.268.636.643.

Tak sampai di situ, pihaknya juga meminta KPK agar turut memeriksa anggaran Covid-19 sebesar Rp 12.200.625.000 yang diperuntukkan membeli sembako untuk diberikan kepada masyarakat.

Katanya, penggunaan anggaran itu terindikasi digunakan untuk kepentingan politik dalam memenangkan pasangan calon bupati petahana di Pilkada Madina 2020.

"Bila terbukti, maka perbuatan tersebut layak dituntut dengan hukuman mati sesuai  pasal 2 ayat (2) UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap pelaku tindak pidana korupsi di masa pandemi covid-19 atau keadaan darurat," jelas Herman.(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved