Breaking News:

News Video

Manggala Agni Sibolangit Temukan Titik Panas di Desa Munthe, Diduga Kuat Dibakar Untuk Buka Lahan

Petugas Manggala Agni Sibolangit, menemukan adanya peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Desa Munthe, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, MUNTHE - Petugas Manggala Agni Sibolangit, menemukan adanya peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Desa Munthe, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, Kamis (18/2/2021). Informasi yang didapat, peristiwa kebakaran ini diketahui bermula saat petugas melihat adanya titik panas (hot spot), dari alat yang berada di Kantor Manggala Agni Daops I Sibolangit.

Berdasarkan keterangan dari Humas Manggala Agni Sibolangit Angfier Sinaga, memang belakangan ini di sejumlah wilayah terutama Kabupaten Karo suci memasuki musim kemarau. Dirinya mengatakan, setelah memantau adanya titik panas tersebut pihaknya langsung bergerak ke lapangan.

"Dari aplikasi LAPAN yang ada di kantor kita, hari ini kita menemukan adanya titik panas di Kecamatan Munthe. Kemudian, petugas kita langsung bergerak ke lapangan untuk mengecek kondisi dari titik tersebut," ujar Angfier.

Angfier mengungkapkan, setelah personel tiba di lokasi pihaknya menemukan adanya lahan hutan yang terbakar. Dirinya mengatakan, lahan seluas kurang lebih dua hektare itu diduga kuat dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk keperluan pembukaan lahan.

"Berdasarkan pantauan tim yang berada di lokasi terjadinya hotspot, menemukan adanya aktivitas pembukaan areal lahan yang dilakukan dengan cara membakar," katanya.

Dirinya menyebutkan, dugaan faktor disengaja ini diperkuat dengan adanya beberapa oknum yang sempat ditemukan oleh petugas di lokasi kejadian. Pasalnya, ketika petugas sedang melakukan patroli di lokasi terbakarnya kawasan hutan di perbukitan itu, oknum yang bersangkutan langsung lari ke dalam hutan.

"Pelaku langsung melarikan diri ke dalam areal hutan setelah melihat kami datang," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, setelah mencoba melakukan pengejaran oknum yang diduga pelaku itu tidak sempat tertangkap karena lebih dulu masuk ke dalam hutan. Dikatakannya, melihat keadaan lahan yang sudah terbakar pihaknya langsung melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan pemadaman.

"Kondisi saat ini masih dalam pemantauan dari Manggala Agni," ucapnya.

Lebih lanjut, Angfier menjelaskan jika tindakan sengaja membakar hutan ini melanggar UU 41/1999 tentang Kehutanan. Dirinya mengatakan, dalam pasal 78 Ayat 3 UU 41/1999 menerangkan pembakaran hutan dengan sengaja, maka dikenakan pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved