Breaking News:

News Video

Para Pedagang Pasar Inpres Balige Datangi Kantor Dinas Koperindag Kabupaten Toba

Sejumlah ibu-ibu pedagang di Pasar Inpres Balige yang berada di dekat Pelabuhan Balige datangi Kantor Koperindag Kabupaten Toba pada Kamis (18/2/2021)

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Sejumlah ibu-ibu pedagang di Pasar Inpres Balige yang berada di dekat Pelabuhan Balige datangi Kantor Koperindag Kabupaten Toba pada Kamis (18/2/2021). Kedatangan mereka ke kantor tersebut karena mereka terganggu dengan perlakuan seseorang yang mengklaim bahwa lapak berjualan adalah miliknya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, mereka datang meminta keterangan dari Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Toba guna menyelesaikan masalah tersebut. Terlihat sejumlah kaum ibu dan bapak memasuki ruang Kadis Koperindag Toba Tua Pangaribuan.

Seorang dari pedagang Pesta Siahaan (40) menuturkan bahwa pihaknya telah lama menempati lapak yang ada di kawasan tersebut. Dalam perjalanan, ada seseorang yang mengatakan agar mereka pindah dari lapak tersebut dengan alasan bahwa lapak tersebut adalah miliknya. Sementara, ketika kawasan tersebut belum ramai dikunjungi pembeli, pernyataan memindahkannya tidak pernah terjadi.

“Kami datang ke sini untuk memperjelas perihal lapak pasar Inpres. Sebelumnya, kami menempati pajak (kios), ternyata sesudah ramai, jadi ada yang punya, yang mengakui itu pajaknya, gitu,” ujar Pesta Siahaan (40) ditemani oleh Feriani Nainggolan (40) di kantor dinas Koperindag Kabupaten Toba.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pedagang dan Koperindag saling berbagi informasi. Pesta Siahaan berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar mereka tenang berjualan sebab itulah mata pencaharian mereka.

“Jadi, itu tidak kami terima, makanya kami datang ke sini ke kantor Koperindag ini. Ternyata, diskusi-diskusi, itu sudah ada yang menyewa dari Pemkab yang gantinya kios. Dulunya itu kios. Katanya, untuk satu kios itu menjadi dua petak pajak (lapak),” sambungnya.
Ia juga menuturkan bahwa pada awalnya lapak di Pasar Inpres tersebut kosong. Secara perlahan, pedangan ikan mulai memasuki lapak tersebut, ia bersama rekannya yang lain juga memasuki lapak tersebut. Setelah ramai, masalah baru muncul.

“Pertama, itu dulunya kosong. Nah, lalu masuklah penjual ikan basah, mulailah ramai dan kami pun masuk. Dulu itu hanya nomor-nomor aja itu, belum ada nama-nama di sana. Sesudah kami tempati, masuk kami pedagang-pedagang yang lain selain pedagang ikan basah, tiba-tiba datang Perpas yang mengatakan ‘ini sudah ada yang punya’. Bahkan yang hari Jumat kemarin, bahkan tempat temanku ini pindah biar enggak jualan lagi di situ,” lanjut Pesta Siahaan.

Usai pembicaraan mereka dengan pihak Koperindag. Karena ia merasa bahwa penjelasan dari pihak Koperindag belum memuaskan, ia berharap permasalahan tersebut masih diproses.

“Ia menyuruh kami meninggalkan lapak kami itu karena katanya dialah pemilik lapak itu. Kami belum terima, masih pending dulu,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved