Breaking News:

Tiga Anak di Kabupaten Asahan Jadi Korban Rudapaksa Orang-orang Terdekat

Dari tiga kasus berbeda, modus para pelaku beraneka, mulai dari iming-iming pembelian sepeda motor, janji manis dengan 'sayang', hingga budak seksual.

Istimewa
ILUSTRASI korban rudapaksa. 

Sekitar pukul 22.00 WIB, AS datang ke rumah korban.

Saat itu tersangka yang mengaku ingin mengatakan sesuatu lalu masuk ke dalam kamar karena tidak ingin dilihat orang lain. 

"Di dalam kamar, tersangka nangis lalu mengatakan kepada korban 'jangan pernah ninggalkan aku, aku enggak rela kau sama orang lain'," ujarnya menirukan perkataan tersangka. 

Motif yang pencabulan dilakukan karena tersangka sayang dan cinta kepada korban sehingga ia merasa nafsu untuk melakukan persetubuhan terhadap korban. 

AS juga selalu mengatakan kepada korban tidak perlu takut karena dia akan bertanggung jawab. 

"Katanya nanti 8 tahun lagi selesai pendidikan, siap kuliah, tersangka akan menikahi korban. Menurut tersangka, korban adalah masa depannya," katanya.  

Atas kejadian tersebut, orangtua korban membuat laporan kepada pihak kepolisian pada Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 12.13 WIB ke Polres Asahan

Sehari kemudian, orangtua korban membawa tersangka ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan

"Kedatangan mereka untuk melaporkan perbuatan tersangka selaku guru pendidik terhadap korban selaku murid didiknya," ungkap AKBP Nugroho Dwi Karyanto.

Tidak sampai di situ, Kapolres kemudian memaparkan kasus kedua, kejahatan seksual terhadap anak di mana pelaku merupakan ayah tiri korban.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved