Breaking News:

Tiga Anak di Kabupaten Asahan Jadi Korban Rudapaksa Orang-orang Terdekat

Dari tiga kasus berbeda, modus para pelaku beraneka, mulai dari iming-iming pembelian sepeda motor, janji manis dengan 'sayang', hingga budak seksual.

Istimewa
ILUSTRASI korban rudapaksa. 

Dalam pengungkapan kasus kedua tersebut, pelaku yang berinisial S (49) mencabuli korban yang masih berusia 15 tahun.

Untuk melancarkan nafsu bejatnya, S memberi iming-iming kepada anak tirinya itu, akan membelikan sepeda motor.

Untuk kasus yang dilakukan S sendiri terjadi di Kecamatan Air Joman, Asahan, pada Oktober 2020. 

Informasi dihimpun, pelaku saat itu memanggil korban yang tengah mandi dan menanyakan apakah mau dibelikan sepeda motor. 

"Di situ korban mengatakan mau (dibelikan sepeda motor). Setelah itu pelaku mencabuli korban. Korban juga diancam untuk tidak memberitahukan kejadian itu," kata AKBP Nugroho Dwi Karyanto. 

Untuk kasus ini sendiri, berhasil diungkap, lantaran korban pada bulan Februari 2021 lalu, bertemu dengan ayah kandungnya.

Korban yang tidak tahan menjadi budak nafsu ayah tirinya itu, kemudian menceritakan kepada ayah kandungnya.

Merasa keberatan dan geram mendengar cerita anaknya, ayah kandung korban lalu membuat laporan tersebut ke Mapolres Asahan dan menyerahkan pelaku. 

Lanjut Kapolres, di kasus ke tiga, pelaku berinisial SS (61) kepada anak kandungnya yang berusia 16 tahun. 

Perbuatan bejat itu dilakukan SS di rumahnya di Kecamatan BP Mandoge, Asahan, pada Juli 2016 dan Oktober 2020. 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved