Breaking News:

Ujian Nasional Ditiadakan, Dinas Pendidikan Toba Sampaikan Edaran ke Seluruh Satuan Pendidikan

Kelulusan para pelajar ditentukan oleh nilai rapor yang bersangkutan serta adanya ujian pengganti ujian nasional.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Parlinggoman Panjaitan. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Parlinggoman Panjaitan mengatakan pernyataan peniadaan Ujian Nasional termaktub dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

Sesuai dengan surat edaran dari Permemendikbud Nomor 1 Tahun 2021 bahwa Ujian Nasional ditiadakan. Sekaitan dengan itu, pihaknya  sudah membuat surat edaran terhadap setiap satuan pendidikan, termasuk SD dan SMP, untuk mendalami maksud dari surat edaran tersebut, yakni surat edaran Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

Kelulusan para pelajar ditentukan oleh nilai rapor yang bersangkutan serta adanya ujian pengganti ujian nasional.

"Di surat edaran kita, sudah kita buat kepada semua satuan pendidikan, termasuk SD dan SMP bahwa nanti dalam pelaksanaan pengganti dari Ujian Nasional itu dijelaskan bahwa raportnya itu semua harus terisi mulai dari semester 1 hingga 6. Itulah untuk kelulusannya," kata Parlinggoman Panjaitan

Dikatakannya dokumen-dokumen pelajar tersebut juga harus lengkap. Selain dokumen, pihak sekolah telah mengatur teknis pelaksanaan ujian pengganti ujian nasional.

Selanjutnya disampaikan juga uraian perihal pembelajaran; proses belajar-mengajar dan ujian.

"Nah di sana itu sudah ada sistem. Yang pertama itu, daring yang diuji melalui ujian dalam jaringan. Yang kedua tentu ujiannya sistem luring. Bahannya nanti akan diantar, kemudian dijemput dan diperiksa. Nah itu barangkali secara teknis," lanjut Parlinggoman Panjaitan.

Terkait luring, siswa juga bisa mengambil bahan pelajaran dan ujian ke sekolah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Boleh juga siswa mengambil kertas ujian ke sekolah dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang sangat ketat. Sekali lagi, saya garisbawahi kalau siswa terpaksa menjemput bahan-bahan ujian ke sekolah, itu harus menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat ini masa pandemi," sambungnya.

Pada masa pandemi Covid-19, sistem pembelajaran memang berubah namun materi ajar tetap seperti sediakala dengan menggunakan Kurikulum K-13.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved