Breaking News:

Korea Utara Ketahuan Kirim Hacker, Tugasnya Curi Perusahaan Bank di Dunia Demi Perkaya Kim Jong Un

Korea Utara mendanai kegiatannya tersebut dengan sekitar $ 300 juta (sekitar Rp4,2 triliun). Dana itu dicuri melalui peretasan dunia maya.

US Department of Justice via AP
Poster buronan Kim Il, yang menurut AS adalah anggota badan intelijen militer Korea Utara 

TRIBUN-MEDAN.com - PBB melaporkan bahwa Korea Utara mempertahankan dan mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya sepanjang tahun 2020 yang melanggar sanksi internasional.

Korea Utara mendanai kegiatannya tersebut dengan sekitar $ 300 juta (sekitar Rp4,2 triliun).

Dana itu dicuri melalui peretasan dunia maya.

Pemantau PBB menilai bahwa pada tahun 2020 peretas yang terkait dengan Korea Utara "terus melakukan operasi terhadap lembaga keuangan

dan lembaga pertukaran mata uang virtual untuk menghasilkan pendapatan" guna mendukung program nuklir dan misilnya.

Baca juga: Eko Patrio Terkaget-kaget Dibuat Foto Gadis SMP Cantik di Depan Masjid Istiqlal 1993 Adalah Viona

"Menurut salah satu negara anggota, total pencurian aset virtual DPRK (Korea Utara), dari 2019 hingga November 2020, bernilai sekitar $ 316,4 juta (sekitar Rp4,4 triliun)," kata laporan itu.

Melansir Al Jazeera, Rabu (17/2/2021), yang terbaru, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuduh tiga programmer komputer

yang bekerja untuk militer Korea Utara menggunakan serangan siber lintas batas untuk mengumpulkan uang bagi Korea Utara dan pemimpinnya Kim Jong Un.

Surat dakwaan federal yang disegel di pengadilan federal di Los Angeles, California menuduh Jon Chang-hyok (31), Kim Il (27) dan Park Jin-hyok (36),

adalah anggota dinas intelijen militer Korea Utara, Biro Umum Pengintaian.

Baca juga: Tinggalkan Hiburan, Kabar Terkini Rumah Tangga Narji Jadi Sorotan, Maklum Beristri Mantan Pramugari

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved