Breaking News:

Sandiaga Uno Kunjungi Danau Toba

Kunjungi Danau Toba Bersama Sandiaga, Hinca Panjaitan: Aku Mengerjakan Sesuatu yang Tidak Terlihat

Hinca Panjaitan menyampaikan bahwa dirinya ikut bersama Sandiaga Uno untuk menggali potensi pariwisata di kawasan Danau Toba.

MAURITS PARDOSI / TRIBUN MEDAN
Menteri Sandiaga Uno nikmati kopi di Adian Nalambok pada kunjungannya ke Toba pada hari ini, Jumat (19/2/2021)  

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Saat menyambangi kawasan Toba, terlihat Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan bercengkerama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sambil menikmati sajian kopi di Adian Nalambok pada Jumat (19/2/2021).

Usai seruput kopi dan berbincang hangat, Hinca Panjaitan menyampaikan bahwa dirinya ikut bersama Sandiaga Uno untuk menggali potensi pariwisata di kawasan Danau Toba.

Satu hal yang ia sampaikan adalah perihal literasi bagi pengunjung dengan tersedianya narasi-narasi perihal kekayaan alam, budaya, dan seni di kawasan Danau Toba, secara khusu Toba.

Sehingga, ia menyebut dirinya mengurus hal-hal yang tidak terlihat dalam pengembangan pariwisata kawasan Toba. 

“Aku mengurus yang tak terlihat, yakni cerita-cerita, story-story yang sangat kaya. Dan dia (Sandiaga Uno) mulai banyak tahu. Seperti tempat ini, tempatnya indah. Tapi yang paling indah adalah cerita tentang Lumban Gurgur itu sendiri,” ujar Hinca Panjaitan pada Jumat (19/2/2021) usai seruput kopi di Adian Nalambok, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Terkait pengembangan literasi melalui narasi kebudayaan dan kekayaan alam di kawasan Toba, Hinca Panjaitan menyadari bahwa hal tersebutlah yang terlupakan saat menerima para pengunjung.

Dia melihat secara langsung apabila para pengunjung datang ke kawasan Toba hanya untuk memandang Danau Toba dari bukit, tanpa mengetahui apa cerita Danau Toba dan sekitarnya adalah sesuatu yang ganjil. Bahkan, ia mengatakan budaya di kawasan Danau Toba jauh lebih kaya daripada sekadar alamnya.

“Kita di sana akan bercerita dan dia sudah mulai bercerita. Inilah yang hilang selama ini. Narasi tentang Toba lebih kaya dari Toba itu sendiri. Selain alam, bukit, gunung, danau, air, pastilah budayanya jauh lebih kaya,” sambung Hinca Panjaitan.

Ia memberikan contoh, Adian Nalambok bukan sekadar tempat memandang, tapi memiliki cerita menarik, khususnya daerah Lumban Gurgur. Ia menyebutnya sebagai tempat sakral yang menyimpan sejuta cerita untuk disampaikan kepada para pengunjung. Sehingga, pengunjung betah dan mau datang lagi. 

“Menurut saya, tempat yang di sana adalah tempat yang sakral, tempat yang bisa diceritakan menunggu orang datang. Kalau hanya duduk, memandang, mungkin hanya 15 menit sudah selesai. Tapi ketika budaya ini digali, inilah yang keren,” demikian Hinca Panjaitan memaparkan.

Ia yakin bahwa pemikat para pengunjung adalah cerita-cerita yang beredar di masyarakat. Inilah yang akan digali oleh Kementerian Pariwisata dengan membuat storytelling. Terkait hal ini, Hinca Panjaitan telah menawarkan Rumahela sebagai mitra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Nah, ini dia ingin membuat pariwisata ini ada story telling. Ada cerita-cerita tentang macam-macam. Kami diskusi tadi, cerita Danau Toba secara khusus itu nanti akan bekerjasama dengan Rumahela, dan saya bikin bersama teman-teman yang menceritakan tentang ketobaan kita ini; tentang Pusuk Buhit, tentang Danau Toba, tentang cerita, tentang marga, tentang apa saja karena itu yang paling kaya,” ungkap Hinca Panjaitan.

“Batak itu kaya dengan danaunya, kaya akan gunungnya, tapi lebih kaya ceritanya. Kemenpar akan bermitra dengan rumahela untuk membuat storytelling itu. Ini saya akan dampingi ke Dairi, Silalahi, tapi mungkin Maret baru ke Rumahela,” pungkasnya.

(cr/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved