Breaking News:

Pekerja Galian C Tewas Tertimbun Tanah dan Batu saat Menambang di Lokasi Ilegal

Lokasi galian C ilegal di Dusun Pamah, Desa Telagah, Kecamatan Seibingai longsor dan menewaskan seorang penambang

TRIBUN MEDAN / HO
Unit Reskrim Polsek Seibingai memasang garis polisi di lokasi tewasnya seorang warga akibat tertimbun reruntuhan longsoran tanah dan batu galian C di Dusun Pamah, Desa Telagah, Seibingai, Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.com,BINJAI-Lokasi galian C di Dusun Pamah, Desa Telagah, Kecamatan Seibingai, Kabupaten Langkat sempat didatangi polisi.

Kedatangan petugas untuk mengecek kabar adanya pekerja galian C bernama Edi Suparlan Bangun (36) yang meninggal dunia tertimbun tanah dan batu.

Setelah sampai di lokasi, polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.

Baca juga: Soal Desakan Masyarakat Bahorok Tutup Galian C, Ini Tanggapan Pemkab Langkat

“Dari penuturan saksi-saksi yang merupakan rekan kerja korban, awalnya korban ini tengah mengumpulkan material batu secara manual.

Tapi tiba-tiba saja tanah yang ada di atasnya longsor dan menimbun korban,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting, Kamis (18/2/2021).

Adapun ketiga saksi yang memberikan keterangan dalam kasus ini diantaranya Riski Malem (21), Aldi Ginting (17) dan Yosi Pratama Ginting (15).

Pascakejadian, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

Baca juga: Seorang Remaja di Tobasa Ditemukan Tewas Tertimbun di Tambang Galian C

Pihak keluarga meminta kepada polisi agar jenazah Edi tidak diautopsi.

“Keluarga tidak mau kami melakukan visum luar, karena mereka tahu penyebab kematian korban,” kata Siswanto.

Lantaran sudah ada permohonan dari pihak keluarga, polisi pun tidak bisa berbuat banyak.

Meski begitu, polisi memastikan bahwa galian C ini ilegal.(dyk)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved