Breaking News:

Asrini Silalahi Laporkan Seorang Istri Jaksa yang Menjual Mobil CRV Bodong

Asriani bercerita, transaksi pembelian mobil saat itu dilakuan dengan pembayaran secara bertahap kepada Meylin Manurung dan suaminya.

Tribun Medan / Alija
Asriani Silalahi melaporkan istri jaksa atas penjualan mobil bodong ke Mapolres Pematangsiantar/ Alija Magribi 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Perempuan 43 tahun, Asriani Silalahi melaporkan istri dari seorang jaksa atas kasus penjualan mobil tanpa surat-surat ke SPKT Polres Pematangsiantar, Jumat (19/2/2021) sore.

Laporan tersebut ia layangkan ke polisi dengan nomor LP/105/II/2021/SU/STR.

Asriani melaporkan Meylin Manurung, lantaran kecewa setelah membeli mobil SUV bermerk Honda CRV tahun 2007 seharga Rp 95 juta, yang mana dokumen berupa BPKB dan STNK tak pernah ada.

"Bulan November 2019, saya ada membeli mobil CRV dari seseorang bernama Meylin Manurung. Dia berjanji selama sebulan surat-surat berupa STNK dan BPKB terbit. Namun sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujar Asriani kepada wartawan, Jumat (19/2/2021) petang.

Asriani bercerita, transaksi pembelian mobil saat itu dilakuan dengan pembayaran secara bertahap kepada Meylin Manurung dan suaminya, Jan Maswan Sinurat yang merupakan seorang jaksa di Kejari Asahan (sekarang tugas di Bangka Belitung).

Ia mengaku telah membayar sebesar Rp 82 juta untuk mendapatkan mobil itu.  Hanya saja, hampir setahun setengah pascatransaksi, STNK dan BPKB mobil pun tak pernah ada. 

"Yang ada sama aku surat mobil lelangan kejaksaan dari Kejaksaan Negeri Asahan. Kami terus menerus komunikasi untuk menanyakan kapan STNK dan BPKB terbit?," ujar Asriani.

Tetapi belakangan, ujar Asriani, Meylin Manurung selaku terlapor justru menantang bila ingin dilaporkan ke pihak kepolisian.

Atas sikapnya itu, Asriani pun kecewa, bukan kepastian yang didapat, melainkan kemarahan dari pihak penjual mobil.

"Katanya, 'udahlah laporkan aja ke polisi'. Yaudah kalau gitu aku bilang," ujar Asriani menirukan suara Meylin di depan Mapolres Pematangsiantar.

Warga Jalan Musyawarah, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara ini pun melaporkan Meylin Manurung dan kawan-kawan atas dugaan penipuan penjualan mobil tanpa surat-surat.

Asriani berharap ada itikad baik dari Meylin dan suami untuk memberi kepastian terkait mobilnya itu.

Sementara itu, Meylin Manurung yang ditemui di Kedai Kopi Horja, yang letaknya bersebelahan dengan Mapolres Pematangsiantar, tak mau memberikan komentar kepada wartawan.

"Saya no comment. Saya punya hak diam," ujar Meylin Manurung.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved