Breaking News:

Pemprov Sumut akan Terapkan e-Absensi untuk Tingkatkan Disiplin Kehadiran Seluruh ASN

Pemprov Sumut akan menerapkan e-Absensi untuk seluruh ASN yang berdinas di setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

TRIBUN MEDAN/HO
SEKDA Sumut, R Sabrina saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi terkait pengamanan aset secara virtual dari ruangan Command Center, Lantai 6 kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara terus berupaya melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan, salah satunya yakni meningkatkan disiplin kehadiran seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Pemprov Sumut akan menerapkan e-Absensi untuk seluruh ASN yang berdinas di setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut, R Sabrina menyebutkan, tujuan dari program tersebut, agar seluruh ASN dapat bekerja optimal dalam menjalankan tugasnya, termasuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Sekarang, sudah semakin lama, semakin ketat kita. Jadi nanti akan memberlakukan e-Absensi," kata Sabrina, Sabtu (20/2/2021).

Rencananya penerapan aplikasi e-Absensi itu akan mulai berlaku pada Maret 2021. Namun, sebelum terlaksana, terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi terhadap masing-masing kantor OPD Pemprov Sumut.

"Berlaku bulan depan (Maret). Sekarang masih sosialisasi melalui Kepala OPD masing-masing. Tapi ada juga permintaan supaya dari BKD yang melakukan sosialisasi, biar para ASN tak menilai ini hanya program dari Kepala OPD saja," ungkapnya.

Sabrina menambahkan, bila nantinya ada oknum ASN yang ketahuan memanipulasi data kehadirannya, setelah aplikasi e-Absensi ini berjalan.

Maka pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi, berupa tidak akan dibayarkan dana tambahan penghasilan pegawai (TPP) kehadirannya untuk satu bulan penuh.

Sehingga ia menegaskan kepada setiap ASN mulai dari tingkat staf hingga kepala OPD untuk tidak main-main dengan absensi kehadiran.

"Jadi apabila ada yang memanipulasi e-Absensi, maka satu bulan itu kehadirannya dianggap nol. Jadi TPP kehadiran tak dapat dia. TPP kehadiran itu kan 40 persen, dan TPP kinerja itu 60 persen. Jadi kalau absen yang biar saja, jangan dicurangi. Karena kalau curang pasti dipotong TPP untuk satu bulan penuh. Kalau tak hadir satu hari, ya tidak hadir, walau ada sanksi kenapa dia nggak hadir, tapi tidak sampai dipotong TPP kehadirannya satu bulan penuh," jelas Sabrina.

Terkait aplikasi e-Absensi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar mengatakan, pihaknya telah membuat sistem identifikasi perekaman absensi pegawai, yakni identifikasi foto, identifikasi IMEI (Nomor Identitas Perangkat) perangkat yang digunakan pegawai dan terakhir penelusuran data log rekaman absensi. 

"Saya berharap ada sosialisasi yang maksimal terhadap seluruh ASN di Pemprov Sumut. ASN juga diminta agar teliti dalam melakukan perekaman absensi untuk menghindari kesalahan," sebut Irman.

(ind/tribun-medan.com) 

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved