Breaking News:

Petugas Rutan Dapati HP Saat Razia Kamar Napi, Kepala Rutan: Diberi Hukuman Disiplin Berat

Nimrot mengatakan dengan adanya kegiatan rajia tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan WBP serta menjaga agar kondisi Rutan tetap kondusi

TRIBUN MEDAN/HO
Ka Rutan kelas 1 Nimrot Sihotang bersama KPR Rutan Jamerlan Saragih, saat melakukan rajia pada kamar Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). 

TRIBUN-MEDAN.com - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Labuhandeli, mendapat sejumlah ponsel saat melakukan razia pada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Rutan Kelas 1 Labuhandeli Nimrot Sihotang kepada tribunmedan.com, Sabtu (20/2021). Dikatakannya penggeledahan dilakukan malam hari dan dipimpin oleh Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Jamerlan Saragih.

Nimrot mengatakan, pihaknya memang rutin melakukan rajia minimal 4 hingga 5 kali dalam sebulan, hal tersebut sebagai upaya peningkatan deteksi dini guna menciptakan kondisi yang kondusif di Rutan.

"Penggeledahan dilakukan pada Kamis 18 Februari 2021, prosesnya berjalan dengan lancar,  kita mulai pukul 19.30 WIB. Hal ini kita lakukan sebagai upaya peningkatan deteksi dini, memang kita rutin melakukan penggeledahan pada kamar-kamar hunian WBP dan insidentil, pada rajia kali ini ditemukan 4 ponsel, 2 benda keras seperti sendok," katanya.

Nimrot menuturkan, terdapat sangsi bagi WBP yang kedapatan melanggar aturan,  selanjutnya barang temuan akan disita untuk dimusnahkan, agar adanya efek jera.

"Apabila WBP seperti ini kedapatan memiliki HP, maka diberikan hukuman disiplin berat dan disita HP tersebut, untuk dimusnahkan. Karena WBP tidak dibenarkan memiliki HP berdasarkan  Permen KumHAM Nomor 6 tahun 2013 pasal 4. Selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika di dalam dan di luar Rutan," tutur Nimrot.

Nimrot mengatakan dengan adanya kegiatan rajia tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan WBP serta menjaga agar kondisi Rutan tetap kondusif.

"Kegiatan ini akan terus kita laksanakan, untuk menciptakan situasi yang kondusif di dalam rutan dan mengurangi tindakan-tindakan negatif para tahanan dan napi, sehingga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban," pungkasnya.

Sebelumnya, pada awal Januari 2021 lalu petugas Rumah Tahanan Kelas I Labuhan Deli berhasil menggagalkan peredaran narkoba.

Upaya penggagalan narkoba ini bermula dari Petugas Regu Jaga yang melakukan kontrol di toilet Dapur menemukan tamping dapur, sedang mengkomsumsi yang diduga narkoba Jenis Sabu.

Lebih lanjut, penemuan barang yang diduga narkoba tersebut langsung diserahkan ke pihak yang berwajib. Kepala Rumah Tahanan Kelas I Labuhan Deli, Nimrot Sihotang berkoordinasi penemuan Narkoba tersebut kepada Pihak Kepolisian Sektor Labuhan Deli.

Selanjutnya pihak Polsek membawa barang tersebut untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan, sementara dengan alasan Covid 19 ketiga terduga pelaku di Strafsell.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved