Breaking News:

Polres Simalungun Cari Korban Pencabulan Kepala Sekolah yang Menghilang

Elfiani menyampaikan, alasan pemberhentian berdasarkan isu yang berkembang terkait perlakuan A kepada anak didiknya di sekolah tersebut. 

THINKSTOCK
Pencabulan Anak. THINKSTOCK 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Upaya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Simalungun untuk menyelidiki kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum kepala sekolah dasar negeri berinisial A, buntu.

Polisi masih mencari di mana korban, yang merupakan anak didik berada.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/2/2021), Kanit PPA Ipda Fritsel Sitohang mengatakan, pihaknya telah memeriksa ibu korban, atas pencabulan yang dilakukan Kepsek SD di Kecamatan Tanah Jawa berinisial A tersebut.

"Masih kita selidiki kasusnya. Ada kesulitan yang mana orangtua korban tidak mau memberitahukan di mana keberadaan korban. Saat kita tanya dimana korban, orang tuanya bilang ada di suatu tempat," ujar Fritsel.

Fritsel menerangkan, saat orangtua korban datang dan diwawancarai oleh petugas kepolisian, orangtua korban mengatakan mereka sudah berdamai dengan oknum Kepsek yang diduga melakukan pencabulan tersebut.

"Kemarin kita panggil orang tua korban. Saat diwawancarai, orang tua korban bilang sudah berdamai dengan terduga pelaku," ujar Fritsel seraya bingung dengan jawaban tersebut.

Kendala yang dihadapi Unit PPA Satreskrim Polres Simalungun saat ini adalah soal korban yang sampai saat ini belum dimintai keterangannya. Sebab dalam kasus ini,  orangtua tidak mau membuat laporan lantaran sudah berdamai.

"Korban tidak datang untuk dimintai keterangan. Alasan orangtua korban tidak melapor karena sudah berdamai. Untuk terduga pelaku belum kita periksa, tapi bisa langsung kita amankan setelah adanya keterangan dari korban," ungkap Fritsel kembali.

"Saat ini kita akan koordinasi dengan Dinas BPPA Simalungun dan LPA Simalungun guna melakukan pendekatan terhadap keluarga dan korban. Semoga lah ini berhasil," pungkasnya dihubungi.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun telah mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar di Kecamatan Tanah Jawa berinisial A tersebut. Pencopotan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Elfiani Sitepu pada Senin (1/2/2021) lalu.

Elfiani menyampaikan, alasan pemberhentian berdasarkan isu yang berkembang terkait perlakuan A kepada anak didiknya di sekolah tersebut. 

"Kami tidak membuktikan. Hanya saja orangtua siswa/siswi sudah tidak mau, atau takut kalau anak mereka bisa mengalami hal serupa. Dianggap sudah meresahkan masyarakat lah intinya," ujar Elfiani.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved