Breaking News:

Aroma Busuk Menyengat Bikin Warga Mual, Kota Siantar Butuh TPA Baru

DPRD Kota Siantar menyarankan pihak terkait membuat satu TPA lain untuk menampung sampah yang meluber

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SEJUMLAH ibu-ibu pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar terlihat memilah sampah untuk dijual kembali, Kamis (24/4/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,SIANTAR-Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungpinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar kian menggunung, Jumat (19/2/2021).

Bahkan, sebaran sampah ini meluber sampai tugu gerbang dan jalanan.

Amatan Tribun Medan, karena sampah ini meluber kemana-mana, aroma busuk pun menyengat hingga radius 100 meter.

Tak pelak, kondisi ini membuat warga yang melintas merasa mual dan ingin muntah.

Baca juga: Nekat Adegan Ranjang Wendy Cagur Bareng Istri di Mobil, Jantungnya Mau Copot saat Dipergoki Satpam

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Siantar, Dedy T Setiawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengerasan di atas tumpukan sampah, agar dapat memaksimalkan tempat yang ada.

"Kita sudah melakukan pengerasan, cuma alat berat kita pun masuk (tenggelam) ke dalam sampah.

Makanya masih mau ditarik dulu," kata Dedy.

Dia mengatakan, untuk menangani masalah sampah ini, DLHK Siantar merogoh kocek cukup besar untuk menyewa empat unit ekskavator.

Perharinya, ekskavator itu dibayar Rp 5 juta. Langkah ini terpaksa diambil untuk melakukan pengerasan dan membuat jalur air bila sewaktu-waktu turun hujan.

Baca juga: Perkara Korupsi TPA di Karo, Mantan Kadis Candra Tarigan Tak Terima Kesaksian Bawahannya

Dedy menjelaskan, Dinas Kebersihan dan Lingkungan sudah mencari solusi lain mengatasi tumpukan sampah di Tanjungpinggir ini.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved