Breaking News:

BERITA FOTO Asap Sulfatara Mengepul Disertai Guguran Material Vulkanik Dari Puncak Gunung Sinabung

Guguran abu Gunung Sinabung terjadi sekitar pukul 11.38 WIB teramati dengan jarak luncuran 500-1000 meter ke arah Timur, Tenggara dan Selatan.

TRIBUN MEDAN
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).

Guguran abu Gunung Sinabung terjadi sekitar pukul 11.38 WIB teramati dengan jarak luncuran 500-1000 meter ke arah Timur, Tenggara dan Selatan.

Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

"Guguran abu jelas kelihatan, "kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin-angin.

Asap kawah bertekanan lemah hingga kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-300 meter di atas puncak kawah.

Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung mencatat volume kubah lava di puncaknya sudah mencapai 4 juta meter kubik sehingga diimbau untuk warga yang berada pada radius 2.5 kilometer dalam zona merah untuk tidak melakukan aktivitas.(sky/tribun-medan.com)

Penulis: Risky Cahyadi
Editor: Risky Cahyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved