Breaking News:

Polisi Tangguhkan Penahanan Dua Bidan Tersangka Perdagangan Bayi, Dikenakan Wajib Lapor

Polda Sumut menangguhkan penahanan bidan PNS RS (43) dan SP (42) tersangka Sindikat Perdagangan Bayi di Kota Medan.

TRIBUN MEDAN / HO
Penyidik Polda Sumut memeriksa dua tersangka bidan dalam sindikat perdagangan bayi di Medan, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut menangguhkan penahanan bidan PNS RS (43) dan SP (42) tersangka Sindikat Perdagangan Bayi di Kota Medan.

Kedua PNS tersebut diamankan polisi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (19/2/2021).

Informasi yang dihimpun tribunmedan.com, mendapati foto tampak diduga Bidan SP sudah kembali masuk bekerja di tempat kerjanya di puskesmas pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan bahwa kedua bidan PNS tersebut dikenakan wajib lapor dan tidak ditahan.

"Yang bersangkutan selama menjalani pemeriksaan kooperatif, kita kenakan wajib lapor, untuk kasusnya terus berproses," bebernya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Minggu (21/2/2021).

Hadi menyebutkan bahwa kedua bidan tersebut dipulangkan sejak hari ini, Minggu (21/2/2021).

Ia juga menegaskan keduanya masih berstatus sebagai tersangka kasus perdagangan manusia.

"Status tersangka, (sejak) hari ini," cetusnya.

Sementara, Kanit TPPO Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Bayu P Samara tak menjawab terkait kabar tersebut dan meminta untuk langsung mengkonfirmasi kepada Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved