Breaking News:

Tergenang Air Saat Hujan, Warga Kewalahan Saat Melintas di Jalan Sei Batang Serangan

Berdasarkan keterangan warga sekitar, lokasi ini memang kerap terendam air jika hujan datang. Bahkan, jika intensitas hujan tidak terlalu tinggi.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PENGENDARA saat melintas di Jalan Sei Batang Serangan depan pintu masuk Taman Gajah Mada, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Jika hujan turun, wilayah ini kerap digenangi air. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ruas Jalan Sei Batang Serangan, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru kerap tergenang air saat hujan turun. Lokasi ini tepat berada di depan pintu masuk Taman Gajah Mada Medan. 

Amatan tribun-medan.com di lokasi, sejumlah pengendara yang melintas tampak kewalahan lantaran harus melewati genangan. 

Beberapa diantaranya mencoba naik ke atas trotoar yang melintas dari atas trotoar agar terhindar dari genangan. Sementara pengunjung Taman Gajah Mada tampak mengalami hal serupa. 

Berdasarkan keterangan warga sekitar, lokasi ini memang kerap terendam air jika hujan datang. Bahkan, jika intensitas hujan tidak terlalu tinggi sekalipun. 

"Ya, memang kalau hujan ini pasti terendam. Enggak tahu juga penyebabnya, mungkin karena jalannya lebih rendah dari Jalan Gajah Mada, jadi air mengalir ke sini semua, drainase enggak bisa nampung," ujar Ray, warga sekitar yang sering mengatur parkir di  Taman Gajah Mada kepada tribun-medan.com, Minggu (21/2/2021). 

"Enggak selalu deras hujannya, hujan biasa pun ini udah tergenang. Kalau hujan deras kayak kemarin itu bisa lebih dalam lagi genangannya," tambahnya. 

Dikatakannya, genangan air bisa bertahan sekitar enam sampai tujuh jam, atau lebih. Tergantung dengan curah hujan yang datang. 

"Kadang kalau hujannya hari ini, besok sudah surut kalau enggak turun hujan lagi. Kalau hujan lagi yah masih tergenang juga, kalau cuaca panas, cepat surutnya," kata dia. 

Seorang pengendara, Lia yang melintas di ruas jalan tersebut mengaku terganggu dengan adanya genangan yang sudah sering terjadi di lokasi itu. 

Dirinya berharap ada perbaikan drainase yang dilakukan sehingga proses mengalirnya air jika hujan turun bisa lebih cepat. 

"Kalau bisa digali lagi drainasenya. Mungkin mampet atau salurannya mengecil karena lumpur atau sampah. Jadi air tidak sampai tergenang dan mengganggu pengguna jalan," ungkapnya.(cr14/tribun-medan.com) 

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved