Breaking News:

Khazanah Islam

Berapa Rakaat Sholat Tarawih yang Dicontohkan Nabi Muhammad, 8 Rakaat atau 11 Rakaat? Ini Jawabannya

Terkadang ada satu masjid yang melaksanakan 8 rakaat dan ada juga yang lebih yakni 11 rakaat.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Umat Islam melaksanakan salat tarawih pertama di Masjid Agung, Medan, Sumatera Utara, Minggu (5/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebentar lagi umat muslim diseluruh dunia menyambut datangnya Bulan Ramadan 1442 Hijriah 

Tentu ada di antara kalian yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya menyambut Bulan Suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 13 April mendatang?

Tentang jumlah rakaat Salat Tarawih atau Sholat Tarawih yang berbeda terkadang masih menjadi pertanyaan umat muslim.

Terkadang ada satu masjid yang melaksanakan 8 rakaat dan ada juga yang lebih yakni 11 rakaat.

Pertanyaannya seperti ini, bagaimana jika di suatu tempat tinggal banyak masjid dan berbeda-beda pelaksanaan jumlah rakaat Salat Tarawihnya, masjid manakah yang sesuai perbuatan Nabi?

Jawab : Jika kalian mampu maka hendaknya kalian melaksanakan shalat di masjid pada pertengahan malam atau sepertiga malam terakhir dengan sebelas raka’at atau tiga belas raka’at sebagaimana dalam hadits Aisyah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tidak menambah raka’at pada bulan Ramadan atau selainnya dari sebelas raka’at. Dan telah datang pula riwayat yang mengatakan tiga belas raka’at. Dan saya nasehatkan untuk mengakhirkan shalat tarawih pada pertengahan malam atau sepertiga malam terakhir. Karena sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

”Barangsiapa yang takut akan tertidur pada akhir malam maka hendaknya dia witir pada awalnya, dan barangsiapa yang menginginkan untuk bangun di akhir malam maka hendaknya witir pada akhirnya karena sesungguhnya shalat pada akhir malam adalah disaksikan.” (HR.Muslim)

Dan ketika Umar keluar, beliau mendapati Ubay bin Ka’ab sedang melaksanakan shalat bersama mereka (orang-orang). Kemudian ia berkata,

“Alangkah nikmatnya satu hal yang baru ini dan orang-orang yang tertidur darinya juga tidak mengapa.”

Maka apabila mereka mampu untuk pergi ke masjid kemudian menegakkan sunnah di sana (di dalamnya) dan melaksanakan shalat pada pertengahan malam atau setelahnya dengan sebelas raka’at dan mereka memanjangkannya sesuai dengan kemampuannya. Karena sesungguhnya shalat malam adalah nafilah dan bukan termasuk ke dalam shalat yang fardhu.

Halaman
123
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved